| Senin, 14 Nopember 2005 | SEMARANG |
Keliru, Atasi Krisis Diri dengan Operasi PlastikTAMPIL cantik adalah dambaan setiap wanita. Banyak wanita melakukan segala cara untuk mengubah penampilannya, sehingga lebih menarik. Salah satu cara ditempuh, misalnya, operasi plastik. "Operasi ini sejauh hanya melakukan penarikan kulit wajah agar tampak lebih kencang, tidak berbahaya,'' kata dokter Lewie Suryaatmadja SpKK (53), Sabtu (12/11). Namun, perubahan tersebut akan menjadi berbahaya bila disertai dengan penyuntikan silikon cair, apalagi tidak dilakukan oleh ahlinya. Banyak salon, ungkap bapak dua anak itu, yang menyediakan pelayanan suntik silikon. "Padahal ada beberapa orang alergi terhadap bahan tersebut. Jika hal itu terjadi akan terjadi shock, bila tidak segera ditangani dapat berakhir dengan kematian,'' tuturnya. Sebenarnya mereka (para wanita), menurut bapak dari Stefanus Suryaatmadja (26) dan Marcus Suryaatmadja (25) itu, tidak perlu melakukan operasi plastik untuk mempercantik diri, jika sudah melakukan perawatan sejak dini. Umumnya, para wanita yang melakukan operasi plastik menunjukkan bahwa mereka tidak percaya diri (PD) dengan apa yang dimilikinya. ''Krisis PD itulah yang menjadi salah satu alasan wanita memilih operasi plastik untuk mempercatik diri, padahal hai itu bisa jadi langkah yang keliru,'' jelasnya. Menjelang Lebaran baru lalu, menurut Lewie, pasien yang datang untuk melakukan perawatan menunjukkan peningkatan. "Kebanyakan dari mereka ingin tampil cantik di saat Lebaran,'' tutur laki-laki yang hobi bermain tenis tersebut. Padahal, menurut dia, perawatan kecantikan harus dilakukan berkesinambungan. Selain itu, perlu didukung dengan tidur yang cukup dan olahraga teratur. Dia mengakui, sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin, kebanyakan pasiennya datang untuk menjalani perawatan kecantikan. "Padahal saya tidak mengkhususkan diri pada perawatan kecantikan,'' ujarnya. Kebetulan pasien yang ditangani cocok dengan obat yang diberikannya. Selanjutnya pasien tersebut menceritakan kemanjuran obat yang diberikan Lewie kepada orang lain, sehingga pasiennya bertambah banyak. Lewie menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran Undip tahun 1979. Spesialis kulit dan kelamin baru diambilnya pada 1984. (Roosalina-18h) |