| Senin, 14 Nopember 2005 | SEMARANG |
Bungkusan Pakaian Bekas Dikira BomSEMARANG - Lingkungan SMK 10, Minggu (13/11) kemarin tegang. Hal itu disebabkan oleh penemuan sebuah karung plastik yang dikira bom di belakang mushala kompleks sekolah yang beralamat di Jalan Kokrosono 75 tersebut. Khawatir berisi bom, pihak sekolah segera melaporkan penemuan benda mencurigakan itu kepada aparat kepolisian. Namun setelah diperiksa, ternyata karung plastik itu hanya berisi puluhan potong pakaian bekas. Benda tersebut ditemukan kali pertama oleh seorang penjaga malam sekolah bernama Sumali (45). Dia yang hendak mengakhiri tugas jaganya, sekitar pukul 07.00 menemukan sebuah bungkusan di belakang mushala. Penemuan itu segera diberitahukan kepada Feri Wijaya (34), penjaga sekolah shift berikutnya, dan diteruskan kepada Wakil Kepala Sekolah SMK 10, Drs Bambang Irianto. Khawatir terjadi sesuatu, Bambang kemudian melaporkannya kepada Polsek Semarang Utara. Sekitar Pukul 11.00, sembilan personel dari Polsek datang ke lokasi. Mereka memeriksa bungkusan yang mencurigakan itu. Setelah dibuka, ketegangan menjadi reda. Pasalnya, bungkusan karung plastik itu hanya berisi puluhan potong pakaian bekas, di antaranya busana muslim dan sajadah. Selanjutnya, barang-barang tersebut diamankan di Mapolsek Semarang Utara. Penemuan bungkusan tersebut, tidak mengganggu jalannya acara halalbihalal yang diselenggarakan para guru dan karyawan SMK 10, siang itu. Pihak sekolah sengaja tidak memberitahukan kepada para peserta acara halalbihalal. Baru setelah dipastikan tidak membahayakan, kejadian itu disampaiakan kepada mereka. Kanitserse Polsek Semarang Utara, Iptu Joko Wantoro, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, hal itu merupakan bentuk kewaspadaan masyarakat di tengah maraknya pemberitaan soal teroris yang terjadi saat ini. Dia menduga, barang tersebut hasil kejahatan. ''Kemungkinan, seseorang menyimpan sementara barang curiannya di sini, dengan harapan akan diambil pada pagi hari. Tapi karena hari ini ada acara halalbihalal, dia mengurungkan diri. Diduga, pakaian-pakaian bekas itu diambil dari kios PKL Kokrosono. Jadi kalau ada yang merasa kehilangan, silakan mengambil di Mapolsek,'' katanya. Berkait dengan upaya perburuan kelompok teroris, aparat kepolisian kemarin melakukan pengamanan di Stasiun Tawang. Tim yang beranggotakan 50 personel tersebut, berasal dari Polsek Semarang Utara, Polwiltabes, dan Polda Jateng. ''Kami terus merapatkan barisan untuk menutup ruang gerak para teroris dengan operasi-operasi semacam ini,'' kata Joko Wantoro.(H6-18a) |