| Senin, 14 Nopember 2005 | INTERNASIONAL |
Putri Sayako Lakukan Ritual TerakhirTOKYO - Putri Sayako, Sabtu pagi kemarin, berdoa di satu ruang khusus di Istana Kaisar tempat berlangsungnya pemujaan kepada arwah para kaisar terdahulu dan dewa-dewa legendaris Jepang. Hal itu dilakukan dalam upacara tradisional sebelum pernikahannya Selasa ini. Satu-satunya putri Kaisar Akihito dan Putri Michiko itu mengunjungi tiga tempat suci yang terbuat dari kayu, dengan mengenakan kimono 12 lapis yang disebut "juni hitoe". Pakaian itu biasa dikenakan oleh anggota perempuan keluarga kerajaan sebagai pakaian pernikahan. Upacara tersebut berlangsung pada tahap terakhir persiapan bagi pernikahannya dengan pegawai pemerintah metropolitan Tokyo, Yoshiki Kuroda. Putri Sayako bertemu dengan Kaisar Akihito dan Putri Michiko untuk menyampaikan salam perpisahannya kemarin sore. Melepas Gelar Putri berusia 36 tahun itu, yang dikenal sebagai Putri Nori, akan meninggalkan keluarga kerajaan dan melepaskan gelarnya menyusul pernikahannya dengan Kuroda (40). Peraturan Rumah Tangga Kerajaan menetapkan anggota perempuan keluarga kerajaan harus berbuat demikian jika suami mereka berasal dari kalangan rakyat biasa. Namanya akan menjadi Sayako Kuroda. Hal itu akan menjadi peristiwa pertama dalam 45 tahun, yaitu seorang perempuan anggota keluarga kaisar yang berkuasa akan menikah. Pasangan tersebut akan menyelenggarakan pesta pernikahan di Imperial Hotel, yang tak memiliki hubungan apa pun dengan keluarga kaisar, sementara orang tua, keluarga, dan tamu termasuk pemimpin politik menyaksikan. Kuroda adalah teman lama Pangeran Akishino, salah satu dari dua kakak Putri Sayako. Meski pasangan itu pertama kali bertemu saat masih anak-anak, pertemuan mereka setelah dewasa terjadi berkat bantuan sang Pangeran. Putri Sayako adalah anak terakhir dari tiga putra-putri Kaisar yang akan menikah.(ant-26) |