| Senin, 14 Nopember 2005 | INTERNASIONAL |
Amerika Beberkan Bukti Baru Nuklir IranWASHINGTON - Sebuah temuan bukti baru menyatakan, Iran telah membuat kemajuan penting dalam ambisinya memiliki senjata nuklir. Bukti itu memperkuat alasan komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Seorang pejabat Amerika mengatakan, "Bukti itu memang tidak definitif. Namun, ada kesan kuat bahwa Iran telah membuat kemajuan penting untuk memiliki senjata nuklir." Pejabat lainnya mengatakan tak seorang pun mengatakan bukti itu sangat menentukan. Namun bukti itu memperkuat alasan bahwa Iran memang bermaksud memiliki senjata nuklir. Kedua pejabat AS itu, yang tidak mau disebutkan namanya, menolak memberikan keterangan lebih terperinci mengenai dokumen-dokumen tersebut. Namun salinan dokumen itu telah disampaikan kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Dewan IAEA dijadwalkan bertemu pada 24 November mendatang. Mereka akan memutuskan apakah membawa isu Iran ke Dewan Keamanan (DK) PBB atau tidak. Apabila isu nuklir Iran itu jadi dibahas di DK, Teheran bisa dikenai sanksi PBB. Iran sejauh ini dianggap gagal meyakinkan komunitas internasional bahwa program nuklirnya hanya untuk kepentingan damai. Juru bicara Departemen Luar Negeri Iran Hamid Reza Asefi mengatakan tuduhan senjata nuklir itu konyol. Perselisihan Baru Dia berpendapat, pihak-pihak yang melontarkan tuduhan-tuduhan itu ingin menciptakan perselisihan baru menjelang pertemuan dewan IAEA. Tujuan mereka adalah mengacaukan suasana pertemuan dewan IAEA itu. Sejumlah pakar nuklir meragukan tuduhan baru yang dilontarkan pejabat AS tersebut. Apalagi, klaim-klaim Amerika sebelumnya mengenai senjata pemusnah massal juga terbukti bohong. The New York Times melaporkan bahwa beberapa pejabat senior intelijen Amerika bertemu pimpinan IAEA di Wina (Austria) pada pertengahan Juli lalu. Dalam pertemuan itu, pejabat AS membeberkan isi dokumen dari sebuah laptop yang dicuri dari pihak Iran. Para pejabat Amerika itu menunjukkan data 1.000 halaman tentang simulasi dan eksperimen yang dilakukan Iran. Data itu menunjukkan upaya Teheran untuk membuat hulu ledak nuklir. Harian itu melaporkan, para pejabat AS berpendapat data itu merupakan "bukti yang paling kuat" tentang ambisi Iran memiliki senjata nuklir. Data itu menunjukkan Teheran mencoba membuat hulu ledak berbentuk ramping. Menurut pejabat AS, hulu ledak itu akan dipasang di rudal Shahab. Rudal Shahab bisa menjangkau Israel dan negara-negara lain di Timur Tengah. Iran selama ini bersikukuh bahwa program nuklirnya hanya untuk kepentingan damai. Namun Iran diam-diam menjalankan program pengayaan uranium selama 18 tahun. Program rahasia Iran itu terbongkar pada 2003 lalu. The New York Times melaporkan, para pejabat Iran mengaku tidak mengetahui adanya dokumen tentang rencana membuat hulu ledak nuklir Iran. "Kami berani menjamin bahwa tidak ada dokumen seperti itu di Iran," kata Ali Larijani, ketua tim perunding nuklir Iran, kepada wartawan The New York Times di Teheran. "Saya tidak tahu data apa yang mereka punya atau klaim mereka tentang data tersebut. Kami baru mendengar klaim-klaim itu dari Anda." Seorang pejabat AS dan seorang pejabat Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa para pakar teknis (termasuk pakar IAEA) sangat prihatin ketika membaca data tersebut.(rtr-ben-25) |