logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Nopember 2005 BANYUMAS
Line

Polisi Sweeping Kendaraan dan Vila

PURWOKERTO- Upaya memburu pelaku teroris Noordin M Top dan anak buahnya terus dilakukan polisi. Jajaran Polwil dan Polres Banyumas sejak Jumat (11/11) malam menggelar sweeping dengan memeriksa secara ketat setiap mobil yang masuk atau keluar wilayah Banyumas.

Operasi tersebut dilaksanakan siang dan malam di beberapa titik. Tak hanya kendaraan pribadi, mobil boks, truk, dan bus umum distop. Penumpang serta barang-barang yang ada di bagasi diperiksa menggunakan detektor logam.

Polisi yang membawa beberapa foto teroris yang belum tertangkap juga menyocokkan raut wajah dengan pengemudi ataupun penumpangnya. Operasi yang digelar jajaran Polwil dan Polres Banyumas tersebut merupakan operasi gabungan yang melibatkan unsur lalu lintas, reserse, intel, dan samapta.

Operasi di jalan, baik siang maupun malam dari Polwil Banyumas dipimpin Kasubag Lantas Kompol Budi Meidianto SIK dan dari Polres Banyumas dipimpin Kasat Lantas AKP Ade Syafri Simanjuntak SIK.

''Semua kendaraan dihentikan. Selain surat-surat kendaraan diperiksa, wajah orang yang ada di dalam mobil dicek. Bila ada kemiripan, diperiksa KTP-nya. Barang bawaan penumpang dan yang ada di dalam bagasi pun diperiksa secara ketat,'' ungkap Budi.

Kapolres Banyumas AKBP Drs Erwin Triwanto melalui Kasat Intelkam AKP Zainal Abidin kemarin mengatakan, selain di jalan raya, polisi juga melakukan pengecekan ke hotel-hotel berbintang di Purwokerto, serta vila-vila di kawasan wisata Baturraden.

''Hotel dan vila dicek siapa saja tamu yang bermalam. Pengecakan ke hotel dan vila dilakukan, karena banyak tamu dari luar kota yang bermalam atau istirahat di tempat itu,'' urainya.

Pos Pemantau

Kapolres mengatakan, sebelum Dr Azahari tertangkap, sweeping sudah dilakukan. Kini setelah teroris paling dicari telah ditangkap, masih ada teroris lain seperti Noordin M Top dan beberapa anak buahnya yang masih berkeliaran.

Sementara, ujar Ade, untuk memantau masuknya pelaku teroris yang belum tertangkap itu, di perbatasan yaitu di Pekuncen dan Sumpiuh dibuatkan pos pemantauan untuk memeriksa kendaraan yang keluar-masuk Banyumas. ''Personel yang disiagakan berjumlah 20 orang dari lalu lintas, intel, reserse, dan samapta di setiap pos,'' kata dia.

Tujuan dari didirikannya pos dan pemeriksaan di perbatasan itu adalah untuk menyekat dan membatasi gerak pelaku terorisme serta menangkapnya bila memasuki wilayah Banyumas,'' paparnya.

Kapolres menuturkan, di samping melakukan sweeping kendaraan, kepada masyarakat khususnya pengurus RT diminta untuk mengaktifkan pendataan pendatang dengan mencatat identitas tamu atau warga baru yang masuk ke lingkungannya.

''Pendataan itu bertujuan untuk mendeteksi orang asing yang berada di lingkungan. Bila pendatang yang masuk terdata identitasnya dengan baik, bila suatu ketika perilakunya mencurigakan bisa dilaporkan dan identitasnya langsung diketahui,'' urainya.

Kepada para pengusaha serta kantor-kantor yang melayani masyarakat banyak, juga diminta untuk melengkapi keamanan kantor atau tempat usahanya dengan CCTV (close circuit television) atau kamera tersembunyi yang bisa merekam aktivitas di lingkungan kantor atau tempat usahanya dalam jangka waktu lebih dari seminggu.

''Sampai saat ini para pengusaha di Banyumas dan sekitarya hanya baru beberapa gelintir yang pengamanan lingkungannya dilengkapi dengan CCTV,'' katanya.(G23-55s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA