logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Nopember 2005 BANYUMAS
Line

Terorisme Kerap Berkedok Islam

BANJARNEGARA- Maraknya tindak terorisme yang berwujud pada serangan bom, penembakan gelap maupun lainnya yang bertujuan membuat masyarakat takut, resah dan bergolak, bukanlah ajaran Islam. Tindakan tersebut yang kerap berkedok ajaran Islam, hanya mengotori Islam.

Hal itu diungkapkan oleh tokoh Muhammadiyah Amien Rais, saat meresmikan kompleks Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara dan membuka Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) Muhammadiyah, Sabtu (12/11) lalu. Hadir dalam kesempatan itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah HA Dahlan Rais, anggota DPR-RI asal Jateng Ir Taufik Kurniawan, Muspida, dan sejumlah anggota DPRD Banjarnegara dari PAN.

Tindakan tersebut, kata dia, memungkinkan jika dilakukan di Palestina, Chechnya, dan Moro Philipina Selatan. Sebab, di daerah tersebut Islam dan umatnya tertindas, sehingga wajar jika melakukan perlawanan dengan kekerasan. ''Namun, terorisme yang terjadi di Indonesia adalah aneh bin ajaib,'' ujarnya.

Amien mengaku prihatin terhadap tindak kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini di Poso. Penembakan misterius dan pembuhunan terhadap warga sipil yang tidak bersalah, merupakan tindakan yang sama sekali tidak dibenarkan oleh ajaran agama. Masyarakat harus jeli melihat tindakan yang bertujuan mengembangkan takut dan permusuhan internal bangsa.

Gedung Baru

Seusai memberikan sambutan, Amien lantas meninjau kompleks gedung baru PD Muhammadiyah Banjarnegara yang berada di Jalan Ahmad Dahlan No 8. Gedung dua lantai itu dibangun di tanah seluas 6,2 x 11 meter, sedangkan ukuran bangunan 5 x 10 meter.

Gedung kedua dibangun di tanah seluas 13,2 x 13,6 meter, terletak 20 meter sebelah barat dari bangunan PD Muhammadiyah Banjarnegara. Rencananya gedung tersebut akan digunakan untuk perpustakaan, mess tamu, ruang sidang, dan ruang belajar pendidikan agama Islam bagi anak-anak.

Menurut Ketua PD Muhammadiyah Banjarnegara M Fahmi Hisyam SAg, pembangunan kompleks gedung itu dimulai sejak Juli 2005. Tahap pertama selesai Oktober 2005 dan tahap kedua baru akan dimulai Desember 2005. Pembangunan gedung tersebut diperkirakan menelan biaya Rp 450 juta, dengan sumber dana bantuan APBD II Rp 100 juta dan selebihnya infak/wakaf masyarakat.

Muspimda dihadiri oleh 24 Pimpinan Cabang yang berada di 20 kecamatan se-Banjarnegara, dengan agenda mempersiapkan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Purwokerto bulan ini dan Musda pada Februari tahun depan.(mos-55s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA