logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Nopember 2005 BANYUMAS
Line

Perdagangan Anak Masih Marak

CILACAP- LSM Forum Perlindungan Anak Cilacap menilai kesadaran masyarakat Cilacap terhadap bahaya kejahatan perdagangan perempuan dan anak (trafficking) masih sangat rendah.

Paling tidak, itu terlihat tingginya kasus trafficking yang menimpa pekerja migran (TKI) asal Cilacap. ''Sampai November ini sudah 13 kasus trafficking Cilacap yang terungkap. Angka ini sangat tinggi, bahkan untuk wilayah Jawa Tengah,'' kata Ketua FPA, Sani Ariyanto, kepada Suara Merdeka.

Menurut Sani, kalau memang kesadaran akan bahaya itu tinggi, jumlah kasus yang terjadi seharusnya menurun setiap tahun. Namun karena naik, tahun lalu kasusnya tidak lebih dari 10, sehingga muncul kesimpulan kesadaran atas bahaya trafficking di Cilacap memang rendah.

Dia menyatakan salah satu parameter rendahnya kesadaran itu adalah tingginya pemalsuan identitas dalam dokumen TKI.

''Dari kasus trafficking yang ditangani FPA, para korban memiliki identitas palsu dalam dokumen ketenagakerjaan mereka. Entah itu umur, alamat rumah, alamat negara tujuan ataupun data lain,'' tutur Sani. (G21-55s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA