| Senin, 14 Nopember 2005 | BANYUMAS |
Areal Tanam Padi Mencapai 69,2%PURWOKERTO- Selama tahun 2005 hingga Oktober, luas areal pertanaman padi di Kabupaten Banyumas yang sudah tanam mencapai 43.011 ha atau 69,2% dari rencana 62.318 ha untuk dua kali musim tanam. Pada musim tanam (MT) April-September, areal tanam mencapai lebih dari 30.000 ha. Pada MT Oktober-Maret ini, kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Banyumas Ir Djoko Wikanto MM, sebagian besar kecamatan para petaninya menanam padi, karena hujan sudah turun sejak awal Oktober lalu. Menurut dia, puncak tanam di MT Oktober-Maret biasanya terjadi pada November dan Desember. Beberapa kecamatan memang banyak yang areal sawahnya telah lebih dari 95% ditanami padi. Antara lain Kecamatan Banyumas, Sumbang, Kedungbanteng, dan Purwokerto Timur. Kecamatan lain yang diharapkan bisa tanam dengan areal cukup luas adalah Kecamatan Wangon, Jatilawang, Kebasen, Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen. ''Wilayah tersebut sangat potensial. Saat ini areal tanam antara 50-60%. Pada November dan Desember merupakan puncaknya,'' urai dia. Varietas yang dipilih petani, kata dia, hingga saat ini masih dominan IR 64. Hanya sebagian petani yang menanam varietas Cisadane, Ciherang, dan Cimalaya. Sementara kebutuhan pupuk pada November, menurut Djoko, untuk urea mencapai 6.822,188 ton, SP 36 (2.206,67 ton). Pada Desember untuk urea 3.837,5 ton dan SP 36 sebanyak 1.268,2 ton. ''Baik dari Pusri maupun Petro Kimia, selaku produsen pupuk menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan pupuk penyakit,'' tuturnya. Secara terpisah, Kepala Pemasaran PT Pusri Perwakilan Banyumas Asnawi mengatakan, stok di gudangnya masih tersedia cukup banyak. Sebelum Lebaran stok yang ada mencapai 3.208 ton. ''Jumlah stok akan ditambah untuk memenuhi kebutuhan. Saya menjamin kebutuhan pupuk tak akan sampai kekurangan,'' tegasnya. (G23-55s) |