JAKARTA-Tingginya laju inflasi pada bulan Oktober yang mencapai
8,7 persen mengakibatkan tambahan biaya pengeluaran rumah tangga menengah
ke bawah di perkotaan sebesar 25 - 30 persen.
|
 |
JAKARTA-Subsidi pupuk tahun anggaran 2006 sebesar Rp 3 triliun
diperkirakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di dalam
negeri yang mencapai 4,027 juta ton per tahun. Diperkirakan subsidi itu
akan habis pada pertengahan tahun.
|
 |
WASHINGTON-Amerika Serikat dan China mencapai kesepakatan perjanjian
sementara mengenai impor produk pakaian jadi dan tekstil China. Kesepakatan
itu yang akan memecahkan sengketa dagang antara kedua negara.
|
 |
HONG KONG-Mata uang Asia berguguran selama sepekan terakhir,
karena menguatnya dolar AS menyusul langkah bank sentral AS, Federal Reserve
menaikkan tingkat suku bunga.
|
 |
KARANGANYAR-Musim giling gula di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu mengalami
kelambatan dari waktu yang dijadwalkan. Semula PG menargetkan produksi
yang dimulai sejak Mei 2005 itu, bisa selesai pertengahan September. Kenyataannya,
produksi baru rampung 12 Oktober 2005.
|
 |
JAKARTA-Harga minyak mentah di pasar internasional dalam beberapa
hari terakhir terus merosot. Harga ini merosot, setelah sempat stagnan
di level 59 dolar AS hingga 60 dolar AS per barel.
|
 |
SEMARANG-Selama arus mudik dan balik Lebaran, penjualan Pertamax
di beberapa SPBU di Kota Semarang mengalami lonjakan drastis. Kenaikannya
bahkan melebihi peningkatan penjualan premium, padahal harga Pertamax mencapai
Rp 5.700/liter. Lonjakan itu lebih dipengaruhi masuknya mobil-mobil mewah
dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
|
 |
JAKARTA-PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, impor sebanyak
empat kargo atau setara 7.200 metrik ton elpiji akan masuk pada Nopember
ini. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Arie Sumarno di Jakarta, Selasa,
mengatakan, impor elpiji diharapkan mampu menstabilkan harga komoditas
itu di pasar. "Saat ini, harga elpiji sudah mulai stabil di pasar.
|