| Rabu, 09 Nopember 2005 | SALA |
Menurun, Pengunjung Tempat WisataKARANGANYAR - Jumlah pengunjung di tiga tempat tujuan wisata andalan Kabupaten Karanganyar, yakni di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Jenawi, mengalami penurunan selama masa Lebaran 2005. Untuk tempat wisata unggulan Karanganyar, kawasan Grojogan Sewu, misalnya, dari hari pertama Lebaran hingga H+2 jumlah pengunjung sebanyak 2.856 orang, 10.486 orang, 14.468 orang, dan 15.724 orang. Sehingga, total pengunjung Grojogan Sewu hingga Minggu (6/11) mencapai 43.530 orang. Padahal di tahun sebelumnya pada hari yang sama, jumlah pengunjung yang datang tercatat 51.035 orang. Kondisi serupa juga dialami objek wisata Candi Sukuh, Candi Cetho, dan Air Terjun Jumog, di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi. Anjloknya jumlah pengunjung tersebut, diprediksi akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang memengaruhi jumlah pemudik maupun keinginan berpariwisata. "Secara umum, jumlah pengunjung menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini, baik di Jumog, Sukuh, maupun Cetho, mengalami penurunan karena ada kenaikan harga BBM yang berpengaruh kepada minat masyarakat untuk berwisata. Tetapi untuk pengunjung hari Minggu dan harian, jumlahnya relatif sama," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Joko Suyanto, kemarin. Kendati menurun, Joko optimis kondisi bakal membaik karena masyarakat hanya memerlukan penyesuaian. Optimisme itu juga didasarkan kepada adanya sejumlah agen wisata dari luar daerah yang mengagendakan untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata di Karanganyar. " Dalam waktu dekat, sejumlah travel agent di luar kota seperti Jakarta dan Bogor mengagendakan kunjungan wisata untuk para wisatawan mereka singgah ke Karanganyar. Makanya saya optimis, tahun depan akan kembali normal atau bahkan meningkat." Guna menarik minat wisatawan, katanya, Pemkab sudah melakukan penambahan maupun pembenahan fasilitas untuk ketiga kawasan tersebut. Di antaranya, pembangunan lokasi parkir dan pelebaran jalan menuju Candi Cetho yang diperlebar tiga mater atau sekitar 1,5 meter pada setiap sisinya. Perbaikan fasilitas itu, didukung masyarakat yang merelakan tanahnya untuk pelebaran yang menelan biaya sekitar Rp 1,25 miliar dari APBD tersebut. Demikian halnya fasilitas kawasan wisata air terjun Jumog, juga telah dibenahi, di antaranya perbaikan jalan masuk dan pagar. "Pembenahan fasilitas Candi Sukuh telah dilakukan pada 2004, dan terus kami lakukan," katanya. (G18-16a) |