| Rabu, 09 Nopember 2005 | SALA |
Objek Wisata Gajahmungkur Tanpa Sepur KelinciWONOGIRI - Para pelancong Lebaran yang berekreasi ke objek wisata Waduk Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri, Selasa (8/11), merasa kecewa, karena tidak menemukan fasilitas bermain berupa sepur kelinci. Biasanya kereta tersebut banyak diminati pelancong yang ingin menyusuri sepanjang tepian pantai Sendangasri. Pengemudi sepur kelinci, Budi Utomo, mengatakan, sebenarnya objek wisata Waduk Gajahmungkur memiliki fasilitas dua sepur kelinci, yang setiap datang keramaian pengunjung selalu dioperasikan. "Tapi lokomotif penarik sepur kelinci itu kini diamankan polisi, karenanya operasional sepur kelinci menjadi terhenti secara mendadak," katanya. Upaya polisi mengamankan sepur kelinci itu dilakukan menyusul adanya tragedi Lebaran berdarah, ditandai dengan kecelakaan tunggal kereta kelinci asal Solo yang terguling di turunan tajam Jalan Tentara Pelajar Wonogiri, tepatnya di Dusun Pencil Desa Wuryorejo Kecamatan Wonogiri Kota, Minggu (6/11) lalu. Dalam peristiwa ini, satu penumpangnya tewas dan 36 orang lainnya luka berat ringan. Terkait dengan tragedi itu, polisi kemudian mengambil sikap tegas, menghentikan semua operasional sepur kelinci. Termasuk yang ada di lokasi objek wisata Waduk Gajahmungkur. Petugas Polres yang melakukan pengamanan terhadap lokomotif sepur kelinci di objek wisata Waduk Gajahmungkur, tidak mau memberikan toleransi, walau petugas di objek wisata setempat telah menyampaikan berbagai argumentasinya. Petugas yang melakukan pengamanan lokomotif sepur kelinci, menegaskan bahwa dirinya hanya melaksanakan perintah atasan. "Atasan memerintahkan kami untuk mengamankan sepur kelinci, agar tidak melakukan operasional, demi pertimbangan pengamanan bagi penumpangnya," tandas petugas yang melakukan pengamanan lokomotif sepur kelinci. Ketika keberadaan sepur kelinci di objek wisata Waduk Gajahmungkur terhenti mendadak, hal itu sempat mengundang tanggapan kontroversial di kalangan masyarakat. Sebagian masyarakat pelancong menyayangkan penghentian operasional sepur kelinci. Kasus kecelakaan sepur kelinci di turunan jalan Tentara Pelajar di Dusun Pencil, ungkap Darsono, mestinya jangan kemudian dijadikan alasan pembenar untuk melakukan generalisasi penghentian semua sepur kelinci. (P27-16h) |