logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Nopember 2005 SALA
Line

Boyolali-Salatiga Merayap

BOYOLALI - Arus balik di ruas jalan Boyolali-Salatiga sejak beberapa hari ini masih terlihat padat. Bahkan, pada Minggu (6/11) dan kemarin, semua mobil dari arah Boyolali berjalan merayap. Ruas jalan hampir dipenuhi oleh mobil pribadi yang berjalan tersendat-sendat.

Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka, merayapnya arus balik dari arah Boyolali menuju Salatiga lantaran ruas jalan semakin menyempit. Kepadatan arus lalu lintas sudah mulai terlihat di kota Boyolali, tepatnya di sekitar Pasar Sunggingan. Begitu mengetahui kondisi jalan padat, tidak sedikit pemakai jalan yang berbalik.

Sukisno (39), warga Telaga Mukti II, Kelurahan Tingkir, Salatiga, menuturkan bahwa kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan Boyolali menyebabkkan dia berbalik arah menunggu sepinya kendaraan. Waktu itu dia sudah sampai di kota Boyolali dan bermaksud pulang setelah merayakan Lebaran di Klaten. Karena arus lalu lintas padat, terpaksa memutar dan beristirahat di Boyolali. Setelah pukul 21.00 baru melanjutkan perjalanan dan sampai Salatiga pukul 22.30. "Jadi, perjalanan Boyolali-Salatiga ditempuh satu setengah jam, padahal biasanya hanya setengah jam," kata Sukisno yang mengendarai mobil Kijang.

Mulai Lancar

Kapolres Boyolali AKBP Drs Tri Maryanto didampingi Kasatlantas Muslikhun SIk terjun langsung memimpin pengaturan arus lalu lintas. Berkat kesigapan petugas, merayapnya kendaraan arus balik bisa diatasi. Hampir di semua pertigaan jalan dari Boyolali sampai Sruwen atau perbatasan Boyolali dengan Kabupaten Semarang ditempatkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas.

Menurut Kasatlantas, selama arus balik memang terjadi kepadatan di ruas jalan, tetapi tidak terjadi kemacetan, hanya saja berjalan merayap. Semua anggotanya dikerahkan untuk mengatasi arus lalu lintas dan akhirnya setelah pukul 21.00 lalu lintas mulai lancar.

Sementara itu, suasana di terminal bus Boyolali, Selasa kemarin, juga mulai terlihat ramai. Beberapa warga yang hendak kembali ke Jakarta, Bandung, atau kota besar lainnya masih tertahan di terminal. Agar bus yang ditumpangi nyaman dan terhindar dari kecelakaan, semua bus dari arah Solo yang masuk terminal dilakukan pemeriksaan fisik.

"Dari hasil pemeriksaan sebagian besar bus laik jalan, sehingga dipersilakan mengangkut penumpang," kata Kasubdin Perhubungan pada Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan, dan Kebersihan (DPUPK), Igak Mustika Wetan MT. (shj-16h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA