logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Nopember 2005 SALA
Line

Ditolong Malah Rampas Motor

KLATEN - Air susu dibalas dengan air tuba. Begitulah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan nasib yang dialami Dwi Haryanto (13). Bagaimana tidak, sudah berbaik hati mengantarkan ke tujuan, malah motornya dirampas orang yang telah ditolongnya tersebut.

Kejadian itu bermula saat Dwi, warga Dukuh Mipitan Kedungan Pedan sedang menunggu kedatangan ibunya di pinggir jalan raya Pedan-Trucuk, Senin (7/10). Sekitar pukul 14.30, dia sudah menjemput ibunya yang bepergian naik bus. Korban duduk sendirian di atas sadel Honda Grand AD-6905-NJ miliknya.

Saat itulah, dia didatangi dua orang tak dikenal. Kedua orang tersebut dengan sopan bertanya mengapa dia sendirian di pinggir jalan Dukuh Kauman, Keden. Setelah dijawab bahwa dia sedang menunggu ibunya, kedua orang itu minta tolong diantar ke jalan DPU jurusan Pedan-Trucuk. Semula korban ragu karena belum mengenal orang tersebut. Namun setelah didesak, dia pun bersedia mengantarkannya.

Apalagi ibunya yang ditunggu cukup lama belum juga datang. Bertiga mereka berboncengan ke arah yang ditunjukkan. Namun sesampai di tengah jalan, kedua orang itu minta berhenti. Saat itulah, salah seorang pelaku mengancam dengan pisau dan memaksa korban turun dari motor. Selanjutnya, kedua pelaku melarikan motor dan meninggalkan korban sendirian. Korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Pedan dan diteruskan ke Mapolres Klaten.

Kapolres Klaten AKBP Drs Arief Dharmawan melalui Kasat Reskrim AKP Azis Andriansyah mengaku sudah menerima laporan korban. Dijelaskan, pihaknya sudah mengerahkan petugas untuk mengejar kedua pelaku.

Menurutnya, berbagai modus dilakukan para penjahat untuk mengelabui korbannya. Antara lain, bersikap pura-pura akrab dan meminta tolong diantarkan ke suatu tempat.

"Padahal itu dilakukan hanya untuk mengelabui korbannya."

Di sisi lain, pihaknya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap orang yang belum dikenal. Warga diminta agar tidak mudah percaya kepada orang lain, apalagi kepada orang yang belum dikenal. "Boleh saja menolong orang, namun harus berhati-hati. Apalagi kepada orang yang belum dikenal. Jangan sampai upaya berbuat baik malah merugikan diri sendiri," tegasnya. (G10-16d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA