logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Nopember 2005 SALA
Line

Besok, Puncak Syawalan di Rowo Jombor

KLATEN - Puncak acara Syawalan bakal digelar di Rowo Jombor, Kamis (10/10). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyebaran 5.000 ketupat sumbangan masyarakat dan Pemkab Klaten.

Kepala Dinas Pariwisata (Diparta), Drs Sugiharjo Sapto Aji MM mengatakan, kegiatan tahunan tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan objek wisata Rowo Jombor kepada masyarakat luar Klaten. Sebanyak 5.000 ketupat sumbangan masyarakat dan lima buah gunungan akan diarak dari objek wisata Jimbung hingga bukit Sidoguro di atas Rowo Jombor.

Kirab melibatkan etnis Tionghoa dengan penampilan barongsay. Selain itu, juga diramaikan drumband serta campursari.

Bahkan, panitia juga menghadirkan Den Baguse Ngarso yang ngetop lewat TVRI Yogyakarta. Kirab juga melibatkan masyarakat dan jajaran Muspida setempat, dengan jumlah pengunjung ditargetkan 15.000 orang.

"Kami berharap acara ini mampu menarik pengunjung untuk datang di Rowo Jombor," katanya.

Kirab, imbuh Sugiharjo, mengacu pada mitos Kiai Sidoguro yang dikenal sebagai cikal bakal wilayah tersebut. Dikisahkan, Kiai Sidoguro memiliki klangenan berupa kura-kura yang diberi nama Kiai Poleng. Kegiatan sekaligus merupakan wujud halalbihalal antara Bupati Klaten dengan seluruh masyarakat Kabupaten Klaten.

Sesampai di Bukit Sidoguro, lima gunungan diperebutkan seluruh masyarakat. Gunungan yang juga dihiasi berbagai hasil kebun dan sawah dipercaya masyarakat bisa mendatangkan berkah. Biasanya sesampai di rumah, dipendam di pojok rumah atau sawah sebagai tolak bala, sekaligus agar hasil sawah dan kebunnya berlimpah.

"Sebelumnya disampaikan doa demi keselamatan masyarakat, bangsa, dan negara," tuturnya.

Kelimpahan Rezeki

Puncak Syawalan yang digelar hingga Minggu (13/10) disinergikan dengan warung apung di Rowo Jombor. Selama ini, keberadaan warung-warung tersebut mampu menghidupkan roda ekonomi masyarakat.

Masyarakat ikut kelimpahan rezeki dengan menyediakan lokasi parkir bagi para pengunjung. Sebagian lainnya menyediakan peralatan memancing di rawa.

Di sisi lain, Kepala Diparta juga meminta masyarakat untuk menjaga ekosistem Rowo Jombor agar lestari. Misalnya, tidak membuang sampah di rawa serta ikut membersihkan kawasan rawa dari gangguan dan serangan eceng gondok, juga rumput liar. Bila tidak dijaga, dikhawatirkan kawasan rawa sebagai penampungan air akan menyusut.

"Kalau itu terjadi, nanti yang rugi masyarakat sendiri. Kawasan Rowo Jombor sudah dikenal masyarakat dan dijadikan sumber pendapatan warga, karena itu harus dijaga kelestariannya," tegasnya. (G10-16h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA