| Rabu, 09 Nopember 2005 | SALA |
40 Tahun Lebih Sukarela Bersihkan MuseumADA orang yang sangat berjasa terhadap kebersihan Museum Radya Pustaka Solo meski namanya kurang dikenal. Dialah Mbah Welas, perempuan kelahiran Klaten yang kira-kira berumur 60 tahun lebih. Sudah 40 tahun, dia menjadi tukang bersih-bersih museum yang telah berusia 115 tahun tersebut. "Saya tidak pernah mendapatkan bayaran atas pekerjaan yang saya lakukan. Saya melakukan semua itu karena di sini tidak ada tukang sapu yang membersihkan museum," ujarnya ketika ditemui Suara Merdeka saat mengepel teras museum itu, kemarin. Ikhlas Dia menyatakan ikhlas melaksanakan pekerjaan itu. Pada masa Lebaran sekarang, ada saja orang yang memberi zakat fitrah. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, Mbah Welas yang nunut ngiyup atau tinggal di museum bersama suaminya, Teguh Suharjo, dan adiknya, Sinem, itu saban hari berjualan nasi bungkus dan air teh di Pasar Kembang. Nasi diambil dari salah seorang yang tinggal tak jauh dari museum. "Setiap hari saya bangun sekitar pukul 04.00-05.00. Kemudian menyapu dan membersihkan museum hingga pukul 10.00. Setelah semua selesai, baru saya berjualan," ujar dia yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Pada sisa-sisa usianya, Mbah Welas yang tidak pernah mengenal orang tuanya sejak kecil bermimpi mempunyai rumah atau tempat tinggal. (Langgeng Widodo-27j) |