| Rabu, 09 Nopember 2005 | SALA |
Hanya Boleh di Kawasan WisataSOLO - Kehadiran kereta kelinci di gang-gang kampung serta jalan Kota Bengawan bakal segera berakhir. Kapolwil Surakarta Kombes Pol Abdul Madjid, kemarin telah memerintahkan anggotanya, terutama petugas satuan lalu lintas (Satlantas) untuk mengandangkan kereta yang nekat beroperasi. "Kita tahu, kereta kelinci berisiko tinggi jika dibiarkan beroperasi di jalan raya. Selain membahayakan penumpangnya, bisa juga menimbulkan petaka bagi pengguna jalan lain. Sebelum menimbulkan korban jiwa lebih besar, harus segera dikandangkan," tegas Kapolwil didampingi Kasubag Lantas Kompol Sabar Supriyanto. Dia sangat menyesalkan musibah kecelakaan kereta kelinci di Wonogiri hari Minggu pekan lalu yang menelan korban jiwa. "Kendaraan itu dirakit tanpa mengindahkan kelaikan. Pokoknya asal bisa jalan dan bikin anak-anak senang. Namun di balik itu semua, musibah mengancam," paparnya. Pihaknya sangat mendukung langkah Satlantas yang merazia kereta kelinci di seputar Stadion Manahan dan Jalan Ir Sutami Jurug. Dalam razia itu, dua kendaraan yang ditarik dengan mesin diesel tersebut diamankan di Kantor Satlantas Jalan Monginsidi, Solo. "Tindakan cepat tanggap itu saya dukung. Keselamatan jauh lebih penting," tandasnya. Kapolwil mengungkapkan, penindakan itu hanya berlaku terhadap kereta kelinci yang beroperasi di jalan umum, bukan yang ada di dalam kawasan wisata. "Boleh saja beroperasi, tetapi hanya di lingkungan kawasan wisata. Di luar itu kami tindak," tegasnya. Kendaraan beroda banyak itu, kata dia, harus diangkut dengan truk atau sejenisnya untuk menuju lokasi wisata dan tidak boleh dinaiki. Kereta kelinci yang biasa dibuat dua rangkaian atau lebih, lanjut dia, sangat berisiko bagi keselamatan di jalan raya. Desain remnya yang tidak layak membuat kendaraan itu sangat berbahaya pada saat melewati jalan menurun atau tanjakan tajam. "Kebanyakan, kereta kelinci mengalami musibah pada jalan yang tidak rata. Namun kadang-kadang pengemudinya mengabaikan. Itulah yang menimbulkan kecelakaan," kata Abdul Madjid. (nin,san-27d) |