logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Nopember 2005 SALA
Line

Penumpang KA Naik, Bus Turun

TIRTONADI-Arus balik para pemudik pada masa Lebaran tahun ini berbeda antara yang menggunakan jasa kereta api (KA) dan bus. Pengguna KA meningkat, sedangkan bus turun. Pada masa angkutan Lebaran tujuh hari sebelum dan sehari setelah Lebaran yang dihitung dua hari jumlah bus dan penumpang turun.

Kepala Stasiun Balapan Sutrisno mengatakan dua hari setelah Lebaran atau hari Minggu 6 November 2005 penumpang arus balik yang diangkut enam jenis KA 3.807 orang, sedangkan tahun lalu pada hari yang sama 3.141 orang.

Senin 7 November 2005, lanjut dia, penumpang arus balik yang menggunakan KA 3.871 orang dan tahun lalu 3.232 orang.

"Tahun lalu puncak penumpang arus balik dengan KA terjadi lima hari setelah Lebaran, yakni 3.327 orang. Tahun ini kami prediksi masih di atas 3.000 penumpang," jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, PT KA masih mencadangkan rangkaian KA eksekutif sampai sepuluh hari setelah Lebaran pada hari Minggu mendatang.

"Ada delapan gerbong yang siap mengangkut penumpang arus balik. Saat ini posisinya berada di Yogyakarta, tetapi kalau dibutuhkan bisa ditarik ke Solo," tambahnya.

Selain rangkaian KA yang berangkat dari Stasiun Balapan, kata dia, ada KA ekstra yang mengangkut penumpang di beberapa kota.

Contohnya KA ekstra Madiun-Surabaya dan KA ekstra Bengawan. Kondisi normal penumpang di stasiun akan terjadi Senin 14 November.

Retribusi Turun

Sementara itu data di Terminal Bus Tirtonadi sampai Senin lalu atau 3 hari setelah Lebaran bus masuk 3.013 unit dengan 39.846 penumpang dan berangkat 2.828 mengangkut 47.177 penumpang. Bus ekstra- Lebaran yang berangkat 58 unit membawa 2.545 penumpang.

Di bandingkan dengan tahun lalu penurunan jumlah bus datang sekitar 20% dan penumpang 61%. Bus berangkat turun 18% dan penumpang 50%.

"Penurunan jumlah bus dan penumpang berdampak langsung pada penurunan pendapatan retribusi," kata Bambang Tukowibowo, Kepala UPTD Terminal Bus Tirtonadi, kemarin.

Target pendapatan sampai akhir November Rp 2.857.321.356, sedangkan sampai 4 November lalu baru Rp 2.737.880.740 atau masih kurang Rp 119.440.610 (4,18%)

Penurunan itu, menurut dia, sudah mulai terlihat sejak tujuh hari sebelum Lebaran hingga sehari setelah Lebaran. Dibandingkan dengan tahun lalu pada masa yang sama bus datang turun 5,25%, bus berangkat turun 6,06%, penumpang datang turun 18,85%, dan penumpang berangkat turun 26,92%. (sri-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA