| Rabu, 09 Nopember 2005 | OLAHRAGA |
Persani Dukung Pembatasan Usia AtletJAMBI- PB Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) mendukung penuh keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI di Samarinda, Kaltim beberapa waktu lalu, yang salah satunya akan membatasi usia atlet di PON XVII/2008. "Rakernas KONI Pusat menyebutkan, KONI akan mulai memberlakukan batasan usia bagi atlet yang akan berkompetisi pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) maupun PON. Persani juga akan mulai menerapkannya pada Kejurnas Senam 2006," kata Ketua Harian PB Persani, Asnawi Nasution, di Jambi, kemarin. Alasan PB Persani mendukung keputusan KONI Pusat tersebut adalah karena langkah ini merupakan salah satu upaya mempercepat proses regenerasi, khususnya di bidang olahraga senam. Konsekuensinya adalah pada PON XVII/2008 atau Kejurnas, para atlet senior seperti Jonathan Sianturi dan Lulu Manurung hanya dapat tampil di gelanggang senam untuk beberapa nomor, tidak seluruhnya seperti masa-masa sebelumnya. Batasan usia yang ditetapkan PB Persani dan diberlakukan sejak adanya surat keputusan dari KONI bersama PB itu adalah untuk nomor senam artistik putra usianya 14 tahun sampai 30 tahun, artistik putri (12 tahun - 25 tahun), ritmik (12 tahun - 25 tahun) dan sport aerobic (14 tahun - 30 tahun). "Batasan usia tersebut mulai diberlakukan PB Persani sejak adanya hasil Rakernas KONI Pusat dan PB Persani perihal batasan usia yang akan mengikuti kompetisi," kata Asnawi. Ketentuan itu akan mulai diberlakukan oleh PB Persani pada Kejurnas Senam 2006 di Semarang dan pada PON XVII/2008. PB telah menyurati seluruh pengda yang ada di Indonesia perihal masalah itu. Kejurnas Kejurnas Senam sudah dapat dipastikan oleh PB Persani akan dilangsungkan pada 14-19 Januari 2006 di Semarang. "Jadwal itu kami tetapkan setelah menerima kepastian dari tuan rumah Pengda Persani Jateng yang menyatakan kepastian jadwal pelaksanaan Kejurnas tersebut," tambah Asnawi Nasution. Terlambatnya pelaksanaan Kejurnas yang semestinya dilaksanakan tahun 2005 ini, karena sebelumnya Surabaya yang menyatakan diri siap menjadi tuan rumah, karena suatu hal menyatakan belum siap. PB pun menawarkan pelaksanaan kejurnas tersebut kepada daerah lain. Setelah batas menjadi tuan rumah pelaksana Kejurnas Senam 2005 yang semula dijadwalkan September lalu habis, Semarang menyatakan diri bersedia menjadi tuan rumah Kejurnas 2006. "PB dan Pengda Persani Jateng telah menetapkan jadwal pelaksanaan Kejurnas, 14-19 Januari 2006." (knd,ant-40) |