| Rabu, 09 Nopember 2005 | OLAHRAGA |
Dwi Ratna Hanya Ditarget PerungguSEMARANG - Kendati baru saja berhasil memecahkan Rekornas, Dwi Ratnawati hanya ditarget merebut medali perunggu untuk nomor lempar cakram putri pada SEA Games XXII 27 November-5 Desember mendatang di Manila. Menurut perkiraan pelatih Dwi Ratna di Salatiga, Drs Bambang Siswoyo, anak didiknya akan diadang oleh dua atlet asal Singapura yang baru saja direkrut dari China dan prestasinya jauh di atas prestasi terbaik atlet asal Sragen yang hanya 47,87 meter itu. ''Saya tidak tahu namanya, tetapi yang jelas Singapura baru saja membeli atlet nomor lempar dari China. Tentunya prestasi mereka di atas rata-rata atlet Asia Tenggara yakni di atas 50 meter, sehingga Dwi Ratna hanya kami target medali perunggu,'' jelas Bambang Siswoyo, sore kemarin. Sementara itu, Dwi Ratna adalah atlet terakhir yang dipanggil oleh PB PASI untuk masuk Pelatnas, karena rekan-rekan yang lain sudah bergabung di Stadion Madya Jakarta sejak bulan Desember 2004. Atlet lulusan PPLP Salatiga itu baru masuk akhir Juli lalu. Pemanggilan tersebut merupakan hasil prestasi yang diperlihatkan dalam Kejurnas Atletik pada awal bulan Juli lalu. Ketika itu dia berhasil memecahkan Rekornas. Rekor lama atas nama Yuliana Efendy (DKI) dengan lemparan sejauh 47,00 meter diperbaiki menjadi 47,86 meter. Waktu itu Dwi Ratna berhak atas hadiah Rp 15 juta dan sebuah sepeda motor. ''Jadi, untuk pertama kali, Dwi Ratna gabung dengan Timnas. Waktu di PON Palembang hanya bisa merebut medali perak. Medali emas direbut oleh atlet Jateng lainnya, Darminah,'' ujarnya. Jateng Paceklik Setelah Dwi Ratnawati masuk Pelatnas, maka PASI Jateng menyumbangkan dua atlet untuk Kontingen Merah Putih di SEA Games Manila. Atlet sebelumnya adalah Rini Budiarti peraih medali perak PON XVI dari Cepu, sudah bergabung sejak Desember tahun 2004. Sementara Noce Matital, juga dari Cepu, dipulangkan, karena tidak bisa melampaui limit prestasi yang ditentukan oleh KONI Pusat. Sementara Erni Ulatningsih (juara bertahan SEA Games nomor maraton), Trianingsih, dan Agus Prayogo dicoret PB PASI, akibat indisipliner. ''Tradisi medali emas selalu diperlihatkan oleh atlet-atlet Jateng setiap SEA Games diadakan, tetapi kali ini Jateng benar-benar paceklik akibat Erni dan Trianingsih dicoret oleh PB dengan alasan tidak jelas,'' ujar Sekum Pengda PASI Jateng, Husain Efendi, petang kemarin. Jateng pernah memiliki atlet yang dominan di tim nasional seperti sprinter Purnomo Yudhi Muhamad, pejalan cepat Jamaludin Lawa, sapta lomba Dra Rumini MPd, dasa lomba Yulius Uwe, dan pelari jarak menengah jauh Ruwiyati. ''Atlet-atlet itulah yang selalu mentradisikan medali emas dari SEA Games ke SEA Gemas berikutnya. Untuk SEA Games kali ini sangat berat, bisa meraih medali perunggu saja sudah kami anggap prestasi yang sangat bagus,'' tandasnya. (C16-28h) |