logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Nopember 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Perundingan Nuklir Korut

BEIJING - Ketua juru runding Korea Utara (Korut) pada perundingan enam negara tentang program senjata nuklirnya, Selasa kemarin, mengatakan negaranya akan melakukan usaha-usaha yang tulus tapi jalan ke depan tidak jelas, kata pers pemerintah.

"Kami akan melakukan usaha-usaha tulus pada putaran perundingan ini untuk memenuhi semangat pernyataan bersama," kata Kim Gye Gwan kepada kantor berita China, Xinhua. "DPRK (Korut) menghargai pernyataan bersama yang dicapai dalam perundingan sebelumnya. Perundingan yang melibatkan China, dua Korea, Jepang, Rusia, dan AS itu akan dimulai kembali Rabu ini.

Keenam negara itu mengeluarkan sebuah pernyataan bersama setelah perundingan September lalu, menyetujui penghapusan program nuklir Korut dengan imbalan bantuan enerji dan manfaat lainnya.

Perundingan baru itu diperkirakan akan dipusatkan pada masalah-masalah teknis yang rumit menyangkut penghapusan program nuklir sesuai dengan perjanjian itu. Perjanjian tersebut menyerukan komitmen bagi komitmen, aksi bagi aksi, kata para diplomat.

Kim menyinggung perbedaan-perbedaan ke depan, dan mengatakan jalan ke depan tidak jelas, kata laporan itu.(ant-26)

Direktur Koran Dibunuh

NARATHIWAT - Direktur pelaksana sebuah suratkabar lokal ditembak mati di Thailand selatan, kata polisi, Selasa kemarin.

Abdulloh Mama (37), direktur suratkabar Thongtin, ditembak lima kali Senin petang lalu di Kota Sungai Kolok, Provinsi Narathiwat, oleh orang-orang bersenjata yang mengikutinya dalam sebuah truk pikup, kata polisi.

Dia meninggal di rumah sakit tidak lama setelah serangan itu.

"Polisi menyebut dua kemungkinan atas pembunuhan itu yaitu akibat konflik pribadi atau bagian dari aksi kekerasan," kata Kolonel Somsak Rommayaanon.

Pembunuhan Abdulloh terjadi satu minggu setelah pemilik sebuah suratkabar di kota wisata pantai Pattaya, 150 km timur Bangkok dibunuh.

Santi Lammaninini (38) ditembak mati dan mayatnya ditinggalkan dalam mobil BMW-nya di sebuah jalan luar Pattaya.

Kamis lalu, sebuah granat dilemparkan ke gerbang depan Kelompok Manajer Media di Bangkok tapi tidak ada yang terluka.

Pendiri suratkabar itu, Sondhi Limthongkul, menjadi sasaran dua gugatan yang diajukan PM Thaksin Shinawatra, yang menuntut masing-masing 500 juta baht (12 juta dolar AS) dalam tuduhan fitnah.

Abdulloh tewas setelah baku tembak Senin malam yang menewaskan lima orang di Provinsi Yala dan Pattani beberapa jam setelah Thaksin mengakhiri kunjungna ke daerah itu.

Lebih dari 1.000 orang tewas akibat aksi kekerasan di wilayah itu sejak Januari 2004.(ant-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA