| Rabu, 09 Nopember 2005 | INTERNASIONAL |
Pemilu Liberia Dimulai, Weah DiunggulkanMONROVIA - Rakyat Liberia berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) Selasa kemarin untuk memberikan suara pada pemilu presiden putaran kedua. Bintang sepak bola George Weah dan eks menteri keuangan lulusan Harvard bertarung dalam pemilu bersejarah ini. Para pemilih antre menuju TPS yang didirikan di gereja-gereja dan sekolah-sekolah. Warga Liberia terlihat antusias menunggu di jalan-jalan kota yang bopeng-bopeng akibat hantaman perang saudara di negeri itu. Sebagian lainnya berjalan kaki menuju TPS-TPS yang hanya berupa tenda-tenda atau gubuk-gubuk di daerah hutan di pedesaan. Hasil penghitungan suara pemilu ini diperkirakan baru akan selesai dua minggu lagi. Sebab, Komisi Pemilu harus bekerja keras mengumpulkan surat suara dari seluruh negeri yang minim infrastruktur akibat perang. Lebih dari 1,3 juta orang terdaftar sebagai pemilih di 3.070 TPS. Popularitas Weah (39) menjadikannya sebagai calon unggulan. Meski dia merupakan pendatang baru di arena politik, para penggemar King George (julukan Weah) lebih condong kepadanya ketimbang memiliki Ellen Johnson-Sirleaf (66) yang dipandang lebih berpengalaman dan pandai. Teknokrat ini dikenal dengan julukan Si Wanita Besi. Siapa pun yang akan menang, hasil pemilu ini akan membuat sejarah. Apabila Ellen menang, maka Nenek Johnson-Sirleaf (begitu dia sering dipanggil) akan menjadi presiden perempuan pertama di Afrika. Bila Weah yang menang, dia akan menjadi pemain sepakbola top pertama di dunia yang menjadi kepala negara. Pemersatu Republik "Hari ini adalah hari paling penting dalam kehidupan saya. Saya ingin membuat sejarah. Bahkan, meskipun saya harus berjalan kaki selama 10 jam, saya akan melakukannya," kata Dahn Johnson, yang harus berjalan sejauh 55 km menuju TPS terdekat dari tempat tinggalnya di Liberia utara. Rakyat Liberia berharap, presiden baru akan membuka babak baru negara yang selama 14 tahun remuk redam akibat perang saudara. Perang baru berakhir dua tahun lalu, namun menyisakan ekonomi yang lumpuh dan seperempat juta penduduk tewas. "Saya berdoa semoga pemilu ini berhasil dan dapat menjadikan negeri ini kuat kembali. Saya memberikan suara untuk masa depan anak-cucu saya," kata Lisa Taylee, seorang pengangguran dari Monrovia. Tim pemantau pemilu mengatakan, partisipasi pemilih tampaknya akan lebih sedikit dibandingkan pada putaran pertama bulan lalu. Ketika itu, rakyat Liberia sangat antusias membanjiri TPS untuk memilih 20 kandidat yang bertarung, termasuk di antaranya Weah dan Johnson-Sirleaf. Eks bintang AC Milan Weah menang pada putaran pertama dengan 28 persen suara. Tetapi, dia gagal meraih 50 persen plus satu suara sehingga pemilu harus dilanjutkan pada putaran kedua. (rtr-gn-25) |