logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Nopember 2005 INTERNASIONAL
Line

"Pasar Muslim" Tumbuh dan Menjamur di Prancis

PARIS - Etalase yang memajang jajaran kitab suci Alquran itu terletak persis di koridor utama sebuah supermarket di Prancis. Di sebelah jajaran kitab suci itu terdapat buku-buku kumpulan doa dan panduan pendidikan Islam untuk anak-anak.

Beberapa langkah dari rak buku itu, ada sebuah tenda khas suku badui Arab. Buah-buahan, kurma, dan daging sapi Prancis tersusun di dalam tenda itu. Semua makanan itu ditempeli label "halal". Tentu saja, tenda tersebut menarik perhatian pengunjung mal.

"Tawaran khusus ini berasal langsung dari Aljazair selama bulan Ramadan," kata karyawan yang mengumumkan penjualan barang-barang tersebut.

Namun supermarket itu bukan khusus untuk kaum muslim. Sebab, swalayan besar itu juga menyediakan minuman anggur, alkohol, dan video porno yang jelas dilarang dalam ajaran Islam.

Sejumlah pengusaha Prancis mengatakan, bulan Ramadan tahun ini menandai tahap baru kemunculan "pasar muslim". Di Prancis, ada sekitar 5.000.000 penduduk muslim. Jumlah warga muslim itu merupakan yang terbesar di Eropa.

Untuk kali pertama, supermarket besar di negara itu menjual Alquran bersama barang dagangan lainnya. Banyak rumah makan siap saji menyediakan menu khusus untuk berbuka puasa. Stasiun-stasiun radio menyiarkan alunan musik Arab selama malam-malam Ramadan.

Baru Lahir

"Ini merupakan pasar yang baru lahir," kata Mansour Mansour, pengusaha penerbitan buku. Dia mendapatkan ruang di swalayan besar Carrefour di Saint Denis, sebelah utara Paris, untuk menjual buku-buku terbitannya.

"Kami bahkan membawa tradisi pasar jalanan itu ke supermarket!" kata dia, sambil tertawa. "Kami ingin Ramadan di Prancis juga berlangsung meriah seperti Natal."

Beur FM, sebuah stasiun radio di Paris, mengadakan siaran khusus Ramadan untuk pertama kalinya. Alunan bacaan ayat-ayat suci Alquran menggantikan siaran musik.

Radio itu juga memberikan tips-tips memasak untuk berbuka dan sahur. Selain itu, Beur FM juga mengadakan diskusi bersama beberapa ulama.

"Ramadan kali ini menjadi lebih nikmat," kata Nacer Kettane, pemimpin stasiun radio itu.

Bulan puasa itu juga memberikan inspirasi bagi pengusaha makanan siap saji Amerika untuk menyediakan menu khusus untuk berbuka puasa. Mereka juga memberikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Komunitas muslim Prancis telah lama hidup miskin. Mereka mulai berdatangan sejak puluhan tahun lalu. Umumnya mereka merupakan para pekerja dari Afrika Utara. Kini, populasinya mencapai delapan persen dari penduduk Prancis.

Pasar muslim biasanya berada di toko-toko yang mencantumkan label "halal". Kemudian, toko buku berbahasa Arab, toko penjual jilbab dan busana muslim, dan agen perjalanan yang melayani tujuan ke Aljazair atau Turki.

Setelah berganti generasi, warga muslim kelahiran Prancis sangat bangga pada akar budaya mereka. Hal itu menarik perhatian para pengusaha dan pedagang. Kemudian, mereka mulai menawarkan barang dagangan khas muslim.

Emmanuel Gacia, manajer penjualan buku muslim di swalayan Carrefour, mengatakan pelanggan mereka umumnya orang keturunan Arab dan Afrika. Mereka biasanya membeli Alquran dan buku-buku muslim. Pasar buku muslim itu mulai tumbuh sejak tiga tahun lalu.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA