logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Nopember 2005 EKONOMI
Line

Penjualan Pertamax Meningkat Drastis

SEMARANG-Selama arus mudik dan balik Lebaran, penjualan Pertamax di beberapa SPBU di Kota Semarang mengalami lonjakan drastis. Kenaikannya bahkan melebihi peningkatan penjualan premium, padahal harga Pertamax mencapai Rp 5.700/liter. Lonjakan itu lebih dipengaruhi masuknya mobil-mobil mewah dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Kepala Kantor SPBU Setia-budi, Titik mengungkapkan penjualan Pertamax pada hari biasa berkisar 500-650 liter/hari. Selama Lebaran (mulai H-2 hingga H+1), penjualan meningkat hingga mencapai 900-1.000 liter/hari. "Untuk arus balik, penjualan Pertamax justru lebih sedikit dibandingkan arus mudik, yaitu 800 liter/hari," ujarnya.

Lonjakan penjualan Pertamax lebih dratis terjadi di SPBU Krapyak. Seperti yang diutarakan Supervisor SPBU, Joko, penjualan Pertamax untuk hari-hari biasa hanya berkisar 300 liter/hari. Namun selama menjelang Lebaran hingga arus balik ini, penjualan meningkat tajam hingga mencapai 1.000-1.500 liter/hari.

"Peningkatan itu memang dipengaruhi banyaknya mobil-mobil mewah, seperti Mercy dan BMW yang datang dari luar kota," tandasnya.

Penjualan Pertamax di SPBU Siliwangi juga mengalami peningkatan hingga 50% bila dibandingkan dengan hari biasa. "Selama arus mudik dan balik Lebaran, penjualan Pertamax meningkat hingga mencapai 300 liter/hari," tutur mandor SPBU, Bagyo.

Solar Menurun

Penjualan Premium di SPBU Setiabudi juga mengalami peningkatan. Bila pada hari biasa berkisar 26.000 liter/hari, selama arus mudik meningkat hingga 32.000 liter/harinya. Sedangkan saat arus balik, penjualannya lebih sedikit bila dibandingkan arus mudik, yaitu 28.000 liter/hari.

"Bila dibandingkan tahun lalu, penjualan Premium saat arus mudik mengalami penurunan cukup banyak. Tahun lalu, hingga mencapai 45.000 liter/hari," ujar Titik, Kepala Kantor.

Untuk penjualan solar, dia menambahkan, mengalami penurunan tajam, karena selama H-5 hingga H+5, truk-truk tidak diperkenankan berjalan. Penjualan solar pada hari biasa 16.000-17.000 liter/hari, selama Lebaran hanya berkisar 6.000 liter/hari.

Penjualan Premium di SPBU Krapyak, dari 15.000-16.000 liter/hari pada hari biasa, meningkat menjadi 17.000-18.000 liter/hari saat arus mudik dan balik.

"Penjualan solar turun hingga 60%, bila pada hari biasa dapat mencapai 18.000 liter/hari, selama Lebaran hanya 7.000-8.000 liter/hari," tutur Joko, supervisor.

Bagyo, mandor SPBU Siliwangi menambahkan, pihaknya juga mengalami penurunan penjualan solar selama Lebaran akibat larangan beroperasinya truk-truk besar mulai H-5 hingga H+5. Bila hari biasa terjual sekitar 6.000 liter/hari, saat ini hanya berkisar 2.000-2.500 liter/hari. "Yang mengisi solar kebanyakan hanya mobil pribadi saja," katanya.

Untuk penjualan premium, dia menuturkan, relatif stabil bila dibandingkan dengan hari-hari biasa, yaitu 11.000-12.000 liter/hari. (H10-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA