| Selasa, 08 Nopember 2005 | SALA |
Ditegur, Pengamen Mabuk Pecahkan Jendela Bus AtmoSOLO - Ditegur karena mencoba mengompas penumpang, seorang pengamen bernama Bastian Purnomo (23) nekat memecah kaca jendela Bus Atmo di pertigaan Kerten Jalan Slamet Riyadi Solo. Tapi aksi warga Mutihan, Sondakan, Laweyan, Solo, pada Minggu (6/11) pukul 14.45 itu diketahui polisi, sehingga ia diamankan berikut barang bukti sebuah cak atau kencrung (peralatan ngamen). ''Pelakunya nyaris digebuki massa. Beruntung, polisi bertindak sigap,'' tutur Suyanto (45), saksi di lokasi kejadian. Mochammad Rais, awak Bus Atmo yang menyaksikan peristiwa itu juga dimintai keterangan polisi. Menurut dia, aksi perusakan itu berawal ketika pelaku menumpang Bus Atmo AD-2682-BA jurusan Palur-Kartasura di daerah Jajar, Solo. Dia pun ikut berdesakan dengan sejumlah penumpang lain. Saat ngamen, para penumpang yang berdekatan merasa khawatir, karena pelaku dalam keadaan mabuk setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Setibanya di pertigaan Kerten, pengamen nekat itu meminta uang receh kepada seorang ibu yang duduk di belakang sopir dengan setengah memaksa. Melihat peristiwa itu, Rais, awak bus menegur pengamen tersebut, dan berpesan jika meminta imbalan ngamen kepada para penumpang sebaiknya dilakukan dengan sopan. Karena ditegur, pengamen itu tersinggung. Dia mengancam akan mengerahkan sesama kelompok pengamen untuk mencegat dan merusak Bus Atmo di jalan raya. Sambil mengomel, pelaku turun di pertigaan Kerten, Solo. Di saat turun itulah, pelaku memukulkan peralatan kencrung ke jendela kaca bus. Tertangkap Akibat pukulan keras, kaca jendela bus hancur berantakan. Aksi itu menarik perhatian orang yang lalu lalang. Kebetulan, tak jauh dari lokasi itu terdapat polisi yang bertugas mengamankan arus balik Lebaran. Pelaku perusakan yang masih memegangi peralatan kencrung itu akhirnya dikejar. Pelaku sempat mencoba kabur, tapi karena mabuk dan jalannya sempoyongan, dengan mudah dapat diamankan berikut barang bukti. Sebelum diamankan ke Polresta di Jalan Adisucipto, pelaku nyaris dikeroyok massa, namun berhasil dicegah. Sejak terjadinya aksi penangkapan pengamen, awak Bus Atmo meningkatkan kewaspadaan, namun tetap jalan seperti biasanya. Petugas polisi berpakaian sipil juga melakukan pemantauan terhadap bus tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi pengrusakan yang dilakukan pengamen, teman Bastian Purnomo. Hingga kemarin, ancaman Bastian yang akan mengerahkan teman-temannya untuk merusak bus tidak terbukti.(nin,san-36a) |