| Selasa, 08 Nopember 2005 | SALA |
Penumpang dan Bus Saling MemilihTIRTONADI - Arus balik pemudik Lebaran 2005 dari Solo semakin memuncak pada H+3, Senin (7/11). Seperti terlihat di Terminal Bus Tirtonadi dan Stasiun Balapan, pemudik yang kembali ke tempat kerjanya di Ibu Kota ataupun kota besar lainnya meningkat jumlahnya. Penumpukan penumpang terjadi untuk arus balik jurusan Solo-Surabaya. Namun, peningkatan jumlah penumpang arus balik tidak diimbangi dengan banyaknya bus yang mengangkutnya. Kalau pada waktu arus mudik, banyak bus ekstra Lebaran yang masuk Solo mengangkut pemudik. Sebaliknya, saat arus balik, hanya sedikit bus yang beroperasi. Pada umumnya, bus ekstra Lebaran tahun itu, setelah menurunkan pemudik di Terminal Tirtonadi langsung balik ke polnya masing-masing. Mereka memperkirakan menurunnya arus mudik akan berdampak pada arus balik. ''Perhitungan mereka menginap menunggu arus balik dari Solo, ya kalau dapat penumpang, kalau tidak mereka rugi,'' ujar Samidiyanto, petugas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ), kemarin. Pihak terminal sendiri merasa bingung menghadapi sikap penumpang arus balik dan awak bus menuju Surabaya. Banyak yang bersikap memilih-milih bus yang akan mereka tumpangi. Umumnya penumpang memilih bus patas langsung ke Surabaya, karena tidak akan menaikkan penumpang di jalanan. Akibatnya, banyak bus kelas ekonomi yang siap di jalur pemberangkatan tidak terisi penuh. Sikap memilih ternyata juga dilakukan awak bus. Mereka lebih memilih penumpang langsung ke Surabaya. Untuk penumpang jarak dekat, awak bus tidak mau mengangkutnya. ''Sementara kami kerepotan untuk mencari bus bantuan mengangkut penumpang Surabaya. Alasannya, mereka kembali ke Solo kosongan tidak ada penumpang,'' kata Samidiyanto. Kalau ada bus yang tidak mau mengangkut penumpang jarak dekat, lanjutnya, masih bisa diatasi. Sebab, tindakan seperti itu bisa melanggar trayek. Tapi kalau penumpang yang memilih bus, yang menjadi kendala semakin menumpuknya penumpang. ''Padahal, kalau semakin sore, semakin sulit mencari angkutan,'' katanya. Banyak Berhenti Solekah, pemudik dari Gemolong Sragen, bersama dua anaknya, memang tidak ingin naik bus ekonomi jurusan Surabaya. Alasannya, banyak berhenti di jalan untuk mengangkut atau menurunkan penumpang. Dia memilih patas meskipun tarifnya lebih tinggi sedikit, karena hampir semua penumpangnya jurusannya sama yaitu Surabaya. ''Dengan patas, selain tidak banyak berhenti di jalan, juga tidak ada penumpang yang berdiri, hal itu membuat suasana di dalam bus lebih nyaman,'' ujar perempuan yang mengaku bekerja pada perusahaan alat rumah tangga di Sidoarjo, Surabaya. Penurunan pemudik arus balik sudah mulai tampak sejak H+2, Minggu lalu. Pada H+2 Lebaran tahun ini, bus datang 3.530 menurunkan 52.595 penumpang dan bus berangkat 2.941 (41.518), sedangkan bus ekstra Lebaran yang datang sudah tidak ada. Adapun ekstra Lebaran yang meninggalkan terminal Solo sebanyak 19 bus dengan mengangkut 665 penumpang. Jumlah itu menurun bila dibandingkan dengan hari yang sama pada tahun lalu. Pada 2004, bus datang 3.845 dengan140.869 penumpang dan bus berangkat 3.445 mengangkut 135.936 orang. Untuk ekstra Lebaran datang 34 bus membawa 1.092 penumpang dan bus berangkat delapan bus mengangkut 255 orang. (sri-36h) |