| Selasa, 08 Nopember 2005 | OLAHRAGA |
Timnas U-23 Andalkan Pola 4-4-2JAKARTA- Sebelum bertolak ke Filipina, timnas Indonesia usia di bawah 23 tahun (U-23) yang akan berlaga di SEA Games XXIII Filipina, 27 November - 5 Desember mendatang, dipastikan akan menjalani dua pertandingan uji coba. Dua pertandingan uji coba pamungkas ini juga akan dimanfaatkan untuk mengukur sejauh mana kemampuan tim inti memainkan pola 4-4-2 yang sudah menjad pegangan. Dua pertandingan uji coba terakhir yang akan dijalani oleh timnas persiapan SEAG XXIII ini adalah dengan Persib Bandung dan PSIS Semarang. Keduanya akan dimainkan di Stadion Jalak Harupat, Bandung. Persib akan dihadapi tanggal 12 November, sedangkan PSIS dua hari kemudian. Namun, Ketua Bidang Teknik dan Tim Nasional PSSI, Muhammad Zein yang dihubungi kemarin masih menolak menyebutkan formulasi tim inti. "Yang jelas kombinasinya sudah bisa dilihat dari lima kali uji coba yang dilakukan sebelumnya di Perth, Australia," kata Zein, Senin (7/11). Dari lima kali uji coba selama menjalani pelatihan hampir satu bulan penuh di kawasan pantai Perth itu, timnas U-23 yang ditangani oleh trio pelatih Peter Withe, Fachri Husaini, dan Eddy Harto terus menerapkan pola 4-4-2. Menurut Zein, dari rotasi pemain yang diturunkan pada lima kali uji coba di Perth itu, Peter Withe dkk sudah memiliki pegangan mengenai materi pemain inti dari timnya. "Yang terpenting, para pemain sudah saling memahami peranan mereka di tim, sehingga tidak ada saling menyalahkan," katanya. Zein juga menegaskan, sasaran yang hendak dicapai dari pelatihan selama hampir sebulan di Perth itu pada umumnya sudah diselami oleh para pemain. Di antaranya, kekompakan dan kerjasama tim. "Meski masing-masing punya kemampuan individu yang bagus, jika tidak bisa saling memahami untuk bekerjasama dengan baik, percuma saja," tegas Zein. Tanpa Boaz Para pemain timnas SEAG XXIII, Selasa (8/11) ini diharapkan sudah berkumpul seluruhnya di Jakarta. "Kita harapkan mereka sudah bisa melakukan latihan perdananya Rabu besok." Dari 24 pemain yang mengikuti pelatihan di Perth, hanya 22 orang yang akan mengikuti pelatihan tahap akhir sebelum bertolak ke Filipina, 17 November mendatang. Dua pemain yang ''terdegradasi'' adalah Boaz Solossa (Persipura) dan kiper Denny Marel (Arema Malang). Boaz tak dipanggil lagi karena terkena skors satu tahun oleh Komdis PSSI, sementara Denny Marsel mengalami cedera otot dan harus beristitahat selama sekitar satu bulan. Menurut Sekretaris Bidang Teknik dan Tim Nasional PSSI, Muhardi, dari 22 pemain yang diharapkan bisa berkumpul di Jakarta pada Selasa sore ini, hanya 20 orang yang akan dbawa ke Filipina. Dengan demikian, akan ada dua pemain dicoret. "Setiap tim memang hanya mendapat jatah 20 pemain, termasuk dua kiper," kata Muhardi. Namun, menurutnya, kendati hanya menurunkan 20 pemain, setiap tim diperbolehkan melakukan pergantian pemainnya satu hari sebelum pertandingan dimulai. "Karena sepak bola dimulai 20 November, maka pergantian itu diperkenankan hingga tanggal 19 November." (wgm-40) |