| Selasa, 08 Nopember 2005 | WACANA |
Surat PembacaMemasak dengan Briket Batu BaraDampak kenaikan BBM membuat masyarakat berpikir untuk beralih pakai briket batu bara. Namun, amankah pemakaian briket batu bara tersebut. Dari berbagai sumber saya mendapat info sbb: Menurut WHO, memasak dengan bahan bakar padat di ruangan mengakibatkan kematian dini. Diperkirakan 1.6 juta orang meninggal/tahun, kebanyakan perempuan dan anak-anak. Dampak pembakaran bahan bakar padat memudahkan manusia terkena infeksi pernafasan. Menurut American Journal of Epideniology yang memuat penelitian bertajuk "Kanker Paru dan Polusi Dalam Ruangan dari Memasak dengan Bahan Bakar Padat'' menunjukkan, memasak dalam ruangan dengan bahan padat termasuk batu bara, meningkatkan risiko kanker paru secara signifikan. Penelitian Universitas Pittsburgh tahun 2004. perempuan yang memasak dalam ruangan memakai batu bara lokal di wilayah Xuan Wei di China jauh lebih rentan terhadap kanker paru karena memiliki risiko inutasi genetic 20 kali lipat dari tingkat rata-rata nasional. Sejumlah penelitian di China, di antara bahan bakar untuk memasak, batu bara mengandung zat racun seperti sulfur, rnerkuri, arsenik, seleniurn, dan flourida. Peneliti dari US Geological Survey and the Institute of Geochestry, memperkirakan paling tidak 3.000 penduduk provinsi Guizhou di barat daya China keracunan arsen kronis yang disebabkan konsumsi makanan yang dirnasak di atas api batu bara. Dari berbagai informasi tadi, sebagai orang awam saya rnohon pihak yang berwenang menjelaskan secara detail "kearnanan" menggunakan briket batu bara untuk memasak. Sebelum nasi telanjur menjadi bubur... Joko Suprayoga J1 Raya Sapen 99 Sukorejo, Kendal *** Dua Nyata Kerja KPU Rupanya mantan ketua MPR, Bung Amien Rais benar-benar mengutarakan pendapat secara jernih dan profesional. Selaku saksi a de charge, meringankan terdakwa perkara korupsi yang melibatkan ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin dia berujar: "Kita harus akui, kerja KPU memang berat. Tapi, dengan keadaan yang masih banyak kekurangan, KPU mampu menyelenggarakan pesta demokrasi dengan baik. Karena itu, kita patut mengucapkan selamat dan memberikan aplaus kepada mereka. Bahkan, patut dibanggakan juga kerja KPU mendapat respons positif di mata dunia. Sebagai institusi yang mengemban amanah bangsa, KPU sudah sukses mengantarkan bangsa Indonesia ke pintu demokrasi modern". Nyata pertama, sejak awal reformasi 1998-an, dalam tempo relatif singkat, NKRI memiliki tiga presiden yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dua yang pertama murni wong sipil. Sedang SBY - JK, pertama sejak proklamasi dipilih langsung sebagai pasangan purnawirawan TNI dan sipil. Nyata kedua, SBY-JK melalui proses demokrasi yang cukup alot serta menelan dana bersumber dari rakyat yang tidak sedikit. Perolehan mandat rakyat tanpa via revolusi atau coup d'etat, jasa besar pula institusi TNI/Polri. Pemilu legislatif dan pilpres secara langsung begitu vulger dan termonitor kalangan dalam dan luar negeri. Pukul rata memenuhi aspek luber, jurdil. Umumnya, tertutup setiap celah kemungkinan: "Perbuat curang serta mengaplikasikan sistem politik membohongi rakyat pemilih". Bahkan, embahnya demokrasi liberal nan sekularistik, Paman Sam, mengakui serta sekaligus angkat topi pada bangsa Indonesia yang mampu menyelenggarakan pesta demokrasi secara langsung. Kedua macam nyata ini, di samping jauh lebih berkualitas dibanding tindak miring oknum KPU secara individu/berjamaah, merupakan karya terbesar KPU yang dipersembahkan pada "Ibu Fertiwi dan Sang Saka Merah Putih" sepanjang perjalanan sejarah NKRI. Jadi, tanpa mengurangi upaya keras penegakan supremasi hukum di negeri yang konon sedang mulai bergulir namun belum menyentuh para megakoruptor, ruh dua macam nyata ini seyogianya dapat mewarnai kental 'hati nurani terdalam' para penegak hukum terkait. Sungkowo Sokawera Jl Rancamanyar I/17, Bandung *** Pembantu Mencuri Ibu-ibu agar ekstra berhati-hati terhadap pembantu baru. Beberapa waktu lalu saya mengambil pembantu dari yayasan di daerah Semarang Barat. Sesuai KTP yang asli, pembantu tersebut bernama Indarwati bt Mustakun (34) tinggal di JI Serasi Raya C 39 RT/RW 2/RW 11 Beji Ungaran dengan status kawin. Kesannya sopan dan critanya baik serta tidak pulang pada Lebaran. Keesokan harinya saya arisan dan merencanakan akan pergi lagi sesudah tidur. Untuk itu tas sudah saya siapkan termasuk Hp dan keperluan lain di samping tempat tidur. Alangkah kagetnya saya sebab tas sudah kosong dan saya melihat pintu pagar sudah terbuka. Pintu garasi mobil juga terbuka. Saya langsung memanggil pembantu tetapi tak ada jawaban. Suami saya langsung membuka kamar pembantu ternyata dia sudah kabur tanpa pamit. Dompet saya ada di kamarnya sudah dalam keadaan kosong. Semua uang dan Hp raib dibawa pembantu, MT Sri Rahayu Jl Pamularsih 28, Semarang *** Deklarasi Semarang Saya mendukung Deklarasi Semarang yang dicetuskan Pak Ismail, mantan Gubernur Jateng karena tujuannya mulia, dan terpuji. Yang akan diperangi, kelompok KKN dan perusak alam (termasuk pencuri kayu hutan dan bekingnya). Pak Ismail menyebut mereka sebagai orang yang tidak terpuji. Tapi deklarasi tersebut jangan sekadar pernyataan. Saya imbau ada kantornya agar biar bisa menampung keluhan, laporan, info dari masyarakat. Juga anggotanya ditambah dari kelompok empat sekawan, yaitu pensiunan polri, jaksa, hakim dan pengacara. Alasan saya, kesemrawutan hukum di Indonesia, biang keladinya adalah oknum empat sekawan tersebut. Bila Pak Ismail khawatir ada konspirasi berbahaya dari pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif, jelas memang sudah ada. Cuma para oknum biang keroknya kebanyakan berpenyakit ndableg. Mereka tidak peka penderitaan rakyat. Mereka lebih mementingkan kemewahan keluarga (serakah) dan kelompoknya. Artinya bila ada kelompoknya tersangkut, dengan seribu dalih dan cara dibantu, disiapkan tim advokasi yang biasanya terdiri dari kelopok biang kerok itu. Perekrutan pensiunan polri, jaksa, hakim karena mereka lebih tahu polah-tingkah rekan-rekannya, syukur kalau masih ada kepedulian untuk bangsa dan negara yang memprihatinkan ini. Salah satu kegiatannya mengkliping berita KKN untuk ditindaklanjuti, ditanyakan langsung ke Polda, Kejati, Pengadilan Tinggi. H Erlangga Chandra Ngalian Rt 8/Rw 2 Bandan, Boyolali *** Vitamin A-Z Saya terima kasih kepada Ibu Nanik di Telkom yang tanggal 15 Oktober lalu dari Banyumanik Semarang mengunjungi pondok baca di rumah saya yang berada di pelosok desa. Beliau datang bersama putrinya yang cantik dan didampingi suami, tidak sekadar bersilaturahmi tapi juga membawa buku-buku bacaan. Suatu bingkisan yang bermanfaat bagi anak-anak di dusun saya. Bahagia rasanya ada yang peduli pada warga dusun yang sangat kering akan vitamin A-Z (buku). Jujur saja di antara warga, buku bukan termasuk daftar belanja keluarga. Tentu saja diperlukan kesabaran yang luar biasa untuk mengajak mereka gemar baca. Diperlukan ramuan khusus untuk menularkan virus ''gila baca''. Jika ada di antara pembaca yang punya ramuan tersebut mohon kerelaannya berbagi dengan saya, sehingga pondok baca tak pernah sepi dari anak-anak yang gila baca. Mohon maaf jika sambutan saya terasa kurang layak di hati Ibu Nanik dan keluarga. Saking bungah-nya, saya lupa mencatat alamat lengkap beliau. Tentu saja saya tidak bisa menahan diri untuk tidak mengabarkan kedermawanan, ketulusan dan perhatian beliau pada perkembangan dunia baca di pedesaan. Indra Ari Bakalrejo Rt 5/Rw I Guntur, Demak |