| Selasa, 08 Nopember 2005 | WACANA |
tajuk rencanaBerikan Kepastian soal Reshuffle Kabinet- Apakah benar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan reshuffle kabinet? Pertanyaan ini banyak muncul hari-hari ini, karena tampaknya belum ada kepastian mengenai hal itu. Isu mengenai pergantian menteri sudah bergulir sejak beberapa bulan lalu dan sempat menimbulkan polemik, meskipun tak sampai muncul ketegangan politik. Namun yang namanya ketidakpastian tetaplah menjadi sesuatu yang kurang mengenakkan, sehingga berpotensi memunculkan isu yang kurang produktif. Sebenarnya isu itu lebih banyak ditiupkan oleh para politikus yang merasa sangat berkepentingan, kendati hal itu selalu ditepisnya. Persoalannya meluas, karena tuntutan reshuffle juga datang dari masyarakat yang merasa kinerja pemerintah kurang baik. - Presiden SBY rupanya suka menyimpan teka-teki, meskipun hal itu menjadi kurang baik ketika yang muncul justru kekeruhan suasana. Benar sudah dikatakannya, semua akan dievaluasi terlebih dahulu seperti rencana semula, yakni setelah satu tahun penuh kabinet berjalan. Masalahnya, tak pernah dijelaskan kapan dimulai evaluasi dan sampai kapan sehingga akan ada kepastian tentang pergantian menteri. Semua itu juga berdampak pada perekonomian dan iklim usaha. Maklumlah, setiap gerak bisnis, terutama yang berskala besar, selalu membutuhkan kepastian. Kalau belum ada kepastian mereka lebih baik wait and see dulu. Sebab, pergantian menteri, khususnya menteri ekonomi, akan membawa pengaruh besar. Apakah pengaruh positif atau negatif, itu soal lain. - Apakah pergantian menteri jadi dilakukan dan apakah kelak menteri-menteri yang baru lebih bisa menjanjikan. Lebih bisa dikatakan market friendly dan tidak menimbulkan banyak konflik kepentingan seperti sekarang. Sinyal itu sangat ditunggu, namun tampaknya semua masih seperti adem ayem saja. Mengapa kita harus ribut, bukankah semua itu menjadi hak prerogatif Presiden. Masalahnya, bukan semata-mata soal pergantian menteri. Banyak harapan ditumpukan pada pemerintah, agar mampu memperbaiki keadaan ekonomi yang sedang merosot seperti sekarang. Dan harapan itu tampaknya baru bisa dipenuhi, kalau ada pergantian menteri. Kepercayaan pada menteri-menteri ekonomi yang sekarang sudah mulai menurun. - Orang akan mengatakan, belum tentu setelah menteri diganti kinerjanya menjadi lebih baik. Tetapi setidak-tidaknya ada harapan dan kemungkinan daripada mempertahankan tim yang sudah jelas kurang kompak dan kurang kompeten. Ada pula yang mengatakan bukan salah menterinya, melainkan keharmonisan hubungan Presiden dan Wakil Presiden yang lebih utama. Seakan-akan para menteri itu menghadapi dualisme kepemimpinan dan dua komando yang saling berbeda. Di satu sisi hal itu benar dan telah banyak disampaikan agar Presiden dan Wakil Presiden lebih mampu menjaga komunikasi yang baik. Bisa selalu seiring sejalan. Hemat memberikan pernyataan, daripada pernyataan itu hanya akan menimbulkan keresahan atau menampakkan ketidakharmonisan. - Di sisi lain, kita berpendapat ada baiknya kabinet disegarkan kembali. Haruslah diakui kalau memang ada kekurangcermatan ketika menyusun kabinet setahun lalu. Tak perlu malu untuk kemudian menutupi kekurangan dan kesalahan. Karena perjalanan ke depan masih jauh, yakni masih empat tahun lagi. Maka pergantian menteri layak dilakukan terutama untuk posisi-posisi penting yang selama ini diisi oleh figur yang kurang kapabel atau kurang dipercaya karena memiliki banyak konflik kepentingan, baik menyangkut bisnis maupun politik. Bolehlah disebut sebagai kegagalan kalau Presiden harus mengganti menteri di tengah jalan. Tetapi itu kegagalan kecil demi menyelamatkan diri agar tidak ada kegagalan yang lebih besar setelah periode lima tahun berjalan penuh. - Dua hari lagi libur Lebaran usai dan kita akan kembali menjalankan aktivitas secara penuh. Presiden tak boleh menunda lagi persoalan ini, agar kepastian segera diperoleh. Alasan evaluasi belum selesai dilakukan sulit diterima, karena bukankah selama satu tahun berjalan segala sesuatunya sudah tampak. Di sinilah kepekaan dan kejelian seorang pemimpin diuji. Pada hemat kita sudah waktunya bagi Presiden dan Wakil Presiden mengumumkan pergantian menteri atau tidak sama sekali. Jangan dibiarkan waktu berjalan tanpa kepastian, karena tanpa disadari hal itu akan berdampak besar khususnya bagi dunia usaha. Kita tak memaksakan akan ada reshuffle atau tidak. Bagi kita asalkan alasannya masuk akal dan kinerja ke depan lebih baik, itu sudah cukup. |