logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Nopember 2005 NASIONAL
Line

Warga Indonesia Padati Singapura

SINGAPURA - Singapura benar-benar menjadi surga belanja dan tempat liburan nomor satu bagi para wisatawan dari Indonesia pada masa liburan Lebaran ini. Mereka tumpah ruah di sepanjang pusat pertokoan Orchad Road yang amat populer itu hingga ke kawasan Far East di sentra Singapura.

Selain rombongan dengan rata-rata berjumlah belasan orang, ada juga yang datang bersama keluarga empat hingga lima orang. Mereka terlihat berjalan-jalan dengan bercengkerama di sejumlah pusat belanja, trotoar, taman-taman kota, restoran juga di lobi-lobi hotel.

Dengan penghitungan kasar secara sekilas, barangkali di salah satu trotoar di kawasan Orchad Road bisa ditemui lebih 200-an orang Indonesia. Belum yang ada di dalam toko-toko, lobi hotel, restoran, dan taman kota. Kebanyakan para wisatawan Indonesia itu berasal dari Jakarta dan sekitarnya, juga Medan, Surabaya, serta Batam.

Mereka sengaja memilih Singapura sebagai tujuan liburan Lebaran karena suasananya yang nyaman, relatif aman dari gangguan teror, dan yang paling pen-ting banyak tempat belanja.

Dalam sebuah kapal feri yang ditumpangi sekitar 100 orang, lebih dari 70 persen merupakan wisatawan murni. Selebihnya, kalangan pebisnis atau ekspatriat mancanegara yang bekerja di Batam, tetapi tinggal di Singapura.

Selain berbelanja, mereka dengan riang gembira memburu aneka menu di berbagai restoran. Mereka umumnya menyatakan akan di Singapura antara tiga hari hingga seminggu.

"Singapura mampu menyediakan beragam fasilitas dan alternatif, terutama untuk wisata belanja. Kalau panorama alam, tentu kalah dari Indonesia," ujar Lili dan Nona, dua karyawati yang dijumpai di HarbourFront Singapura.

Pemerintah dan swasta negeri Singa itu rupanya sangat paham keadaan liburan Lebaran ini. Karena itu, mereka sengaja memasang ucapan "Selamat Hari Raya Aidel Fitri" dan "Selamat Datang di Singapura" di banyak tempat. Termasuk tulisan di bagian depan bus-bus kota ber-AC berbagai jurusan.

Selain kawasan Orchad Road, banyak wisatawan dari Indonesia yang menikmati berbagai sarana rekreasi -untuk anak-anak hingga dewasa- di Pulau Sentosa. Meskipun di Dunia Fantasi Ancol, Jakarta, hal serupa sudah cukup tersedia. Bedanya, fasilitas di Pulau Sentosa lebih beragam dan unggul dalam alternatif permainan.

Pulau Judi

Pulau Sentosa sejak beberapa bulan terakhir menjadi tujuan utama para wisatawan berduit dari Indonesia, karena di pulau ini mulai dioperasikan fasilitas kasino dengan aneka permainan judi yang menggairahkan.

Sejak Pemerintah Indonesia melarang permainan judi di dalam negeri, banyak penjudi "lari" ke Sentosa. Padahal, Singapura di era Lee Kuan Yew merupakan negara yang termasuk menolak judi.

Lee pernah dengan tegas meminta pihak Indonesia untuk tidak menjadikan Pulau Batam sebagai arena permainan judi. Tetapi, karena bisnis ini beromzet triliunan rupiah per hari, kini rupanya mereka tertarik juga.

Pemerintahan Singapura yang kini dipimpin putra Lee, mulai melegalkan judi di Pulau Sentosa. Ini juga untuk mengimbangi kasino kaliber internasional di Pulau Genting, Malaysia," ujar Adrian (39), salah seorang profesional asal Indonesia yang juga sedang menikmati liburan di Singapura. (ant-t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA