| Selasa, 08 Nopember 2005 | INTERNASIONAL |
Lintas JagatTiba 50 Tahun KemudianSTOCKHOLM - Kartu pos yang satu ini mungkin paling lambat pengirimannya. Bayangkan, kartu pos itu butuh waktu 50 tahun untuk sampai ke alamat tujuan. Petugas Kantor Pos Swedia mengatakan, kartu pos tersebut juga berisikan nomor lotere. Tujuan pengirimannya adalah seorang mantan pegawai negeri di rumah pensiunan Avallegarden di Pulau Gotland, Baltic. Kartu pos itu dikirim oleh seorang teman pegawai negeri itu yang berada di Finspang, sekitar 150 kilometer dari daratan utama Swedia. Bulan pengirimannya adalah Oktober 1955. Namun kartu pos itu baru tiba Oktober 2005. ''Sekali lagi, sepucuk surat tersesat entah ke mana. Namun, kejadian ini sangat tidak lumrah,'' kata Markus Trautmann, juru bicara Kantor Pos Swedia, Senin kemarin. Menurut laporan koran Swedia Gotlands Allehanda, kartu pos itu juga mencantumkan nomor lotere yang dibeli kedua wanita bersahabat itu. Tidak diketahui, apakah mereka memenangkan lotere itu atau tidak.(rtr-ben-26) PBB Periksa Ipar Assad BEIRUT - Tim penyidik PBB ingin memeriksa adik ipar Presiden Suriah Bashar al-Assad di Lebanon. Pemeriksaan itu dilakukan berkaitan dengan kasus pembunuhan eks PM Lebanon Rafik al-Hariri. Selain adik ipar Bashar al-Assad, lima pejabat Suriah lainnya juga akan diperiksa dalam kasus yang sama. Sumber politik Lebanon Senin kemarin mengatakan, Mayjen Assef Shawkat (kepala intelijen militer Suriah yang menikah dengan Bushra, adik Assad) berada dalam daftar enam pejabat Damaskus yang akan diperiksa tim PBB. Ketua tim penyidik PBB, Detlev Mehlis, telah mengirimkan daftar itu ke Damaskus. Dia juga meminta pemeriksaan terhadap mereka dilakukan di markas penyelidikan tim PBB di sebelah timur Beirut. Lima pejabat Suriah lainnya adalah Mayjen Bahjat Suleiman, Letjen Rustom Ghazali, Letjen Thafer Youssef, Letjen Abdul-Karim Abbas, dan Jamea Jamea. Suleiman merupakan kepala bidang keamanan internal di Departemen Intelijen Umum ketika Hariri terbunuh pada 14 Februari di Beirut. Ghazali adalah kepala intelijen Suriah di Lebanon, sedangkan Jamea ajudannya. Youssef dan Abbas pernah mengikuti pelatihan di akademi militer di Beirut saat pembunuhan itu terjadi. Abbas merupakan perwira di badan keamanan militer yang dipimpin oleh Shawkat. Seorang pejabat Suriah mengatakan sebelumnya bahwa Damaskus menginginkan ada permintaan formal mengenai pemeriksaan enam pejabat Suriah di Lebanon berkaitan dengan terbunuhnya Hariri. Namun dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas nama-nama yang ada dalam daftar itu.(rtr-ben-26) |