| Selasa, 08 Nopember 2005 | INTERNASIONAL |
Tiba di Chile, Fujimori DitahanSANTIAGO - Mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori, ditahan Senin pagi beberapa jam setelah tiba di Chile, kata polisi. Fujimori ditahan berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan hakim Orlando Alvarez. Surat itu diberikan Mahkamah Agung untuk memenuhi permintaan pengekstradisiannya yang diajukan Peru beberapa jam sebelumnya. Polisi menangkap mantan presiden itu di Hotel Marriott, Santiago, dan dia tidak melakukan perlawanan, kata sumber-sumber polisi. Fujimori (67) dicari Peru atas tuduhan korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia. Dia tiba di Chile Minggu lalu untuk satu kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya. Kunjungan itu merupakan upaya baru untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Peru tahun depan. ''Saya berencana tinggal untuk sementara di Chile dalam rangka pulang ke Peru untuk memenuhi janji dengan sebagian besar rakyat Peru. Mereka meminta saya ikut mencalonkan diri sebagai presiden Peru dalam pemilu tahun 2006,'' kata Fujimori dalam sebuah pernyataan. Polisi mengatakan Fujimori ditahan untuk sementara sambil menunggu sebuah keputusan mengenai permintaan ekstradisi dari pemerintah Peru. Di Lima, ibukota Peru, Presiden Alejandro Toledo menyelenggarakan sidang kabinet untuk membicarakan situasi itu. Dubes Peru di Santiago, Jose Antonio Meyer sebelumnya menyampaikan sebuah surat resmi kepada pemerintah Chile untuk ''menahan dan kemudian mengekstradisi buronan itu'', kata menteri pertama Peru Pedro Pablo Kuezynski di Lima. Fujimori menjadi presiden Peru tahun 1990 sampai 2000, ketika dia melarikan diri dari negara itu setelah dituduh terlibat skandal korupsi dan mengundurkan diri dengan mengirim pesan lewat faksimile dari sebuah hotel di Tokyo. Ia tinggal di Jepang sejak saat itu. Dia tiba di Chile pada saat yang rawan karena kedua negara terlibat masalah perbatasan maritim bersama. Kedua negara itu terlibat permusuhan sejak perang tahun 1879-1884, di mana Chile mengklaim satu wilayah selatan Peru.(ant-26) |