| Selasa, 08 Nopember 2005 | EKONOMI |
Pabrik Pupuk Kujang Berhenti ProduksiJAKARTA- PT Pupuk Kujang di Cikampek, Jawa Barat, sejak beberapa hari ini tidak beroperasi akibat semakin seretnya pasokan gas alam untuk bahan baku pupuk urea. Untuk memproduksi pupuk dibutuhkan sedikinya 60 MMSCFD, yang ternyata Pertamina hanya memasok sebanyak 40 MMSCFD. "Dengan pasokan gas sebanyak itu maka pabrik tidak bisa beroperasi. Sekarang produksi pabrik terhenti," ujar Kabiro Komunikasi PT Pupuk Kujang, Arif, kemarin. Keadaan itu menurut dia, sangat mempengaruhi terhadap produktivitas PT Pupuk Kujang sebagai produsen pupuk di Jabar. Pasalnya, PT Pupuk Kujang telah kehilangan produksi rata-rata 1500 ton urea per hari. "Bukan saja kerugian yang dialami PT Pupuk Kujang, melainkan akan berdampak luas terhadap upaya meningkatkan produksi padi di Jabar, yang merupakan lumbung nasional," ucapnya. Arifin mengakui kontrak pasokan gas dengan Pertamina untuk pabrik lama PT Pupuk Kujang akan berakhir 30 Desember 2005, dan Pertamina akan mengalihkanya ke pabrik baru yakni Kujang 1-B. Akan tetapi, keberadaan pabrik lama (existing) yang memiliki kapasitas produksi 570.000 ton pupuk urea per tahun, tetap harus dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan pupuk di Jabar. Kebutuhan pupuk di Jabar sekarang ini rata-rata 800.000 ton per tahun, dan akan terpenuhi apabila PT Pupuk Kujang memproduksi pupuk urea 1.140.000 ton, dari pabrik lama dan Kujang 1-B. "Kalau saja pabrik lama terhenti, maka kebutuhan pupuk Jabar tidak akan terpenuhi, dan kelangkaan pupuk tetap saja terjadi," katanya. Arifin mengatakan PT Pupuk Kujang terus berupaya agar Pertamina memasok gas alam untuk pabrik lama sesuai kebutuhan, namun belum ada pertanda membuahkan hasil, sebelum akhirnya pabrik lama itu tidak beroperasi. Ditanya soal persediaan pupuk sehubungan dengan terhentinya pabrik lama, Arifin menyatakan PT Pupuk Kujang memiliki stok cukup banyak untuk keperluan hingga Desember 2005 . Pabrik Kujang 1-B, misalnya, hingga Desember akan memproduksi 30 ton pupuk urea. Kujang 1-B beroperasi sejak pertengahan September 2005 dengan kapasitas produksi 570.000 ton per tahun.(ant-59) |