logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Nopember 2005 BUDAYA
Line

Film Keempat Harry Potter Tak Cocok untuk Anak-anak

LONDON - Ribuan penggemar, termasuk Diva Pop dunia Madonna, memadati pusat kota London, Minggu (6/11) untuk menghadiri malam gala premiere pemutaran film Harry Potter and the Goblet of Fire. Film tersebut merupakan sekuel ke empat dari dongeng penyihir cilik Harry Potter.

Sementara itu, jutaan penggemar di seluruh dunia harus bersabar. Film itu dijadwalkan akan diputar di bioskop-bioskop mulai 18 November 2005.

Film yang diangkat dari novel ke tujuh dan cerita paling "gelap" karya JK Rowling itu berkisah tentang Harry Potter yang mengikuti turnamen sihir. Di turnamen itu dia bertemu Lord Voldemort, guru sihir hitam dalam suatu klimaks yang dramatis dan penuh kekerasan. Banyak adegan kematian, bahaya, dan cinta pertama yang melanda para remaja di Sekolah Penyihir Hogwarts.

Akibatnya, film keempat ini dianggap kurang tepat untuk penonton anak-anak di bawah usia 12 tahun. Anak-anak harus ditemani orang dewasa jika ingin menonton film tersebut. Padahal, film-film Potter selama ini diperuntukkan bagi anak-anak, tanpa keharusan didampingi orang dewasa.

Masa Sekolah

Sejumlah selebriti yang disambut kapet merah untuk malam gala itu antara lain Madonna, Claudia Schiffer dan aktris Inggris Kate Beckinsale. Tiga aktor cilik pemeran utama Harry, Hermione, dan Ron juga hadir pada acara tersebut.

Para remaja putri penggemarnya yang sudah menunggu berjam-jam terlihat berteriak histeris, khususnya ketika menyambut Daniel Radcliffe(18), yang memerankan tokoh Harry Potter. Bahkan, ada yang membentangkan spanduk bertuliskan "Nikahi aku".

Pembuatan episode Goblet of Fire menelan biaya sekitar 170 juta dolar AS. Warner Brothers berharap film tersebut meraih sukses seperti episode sebelumnya. Film pertama dari tiga serial Harry Potter saja membuat perusahaan itu meraup 2,5 miliar dolar AS.

Mike Newell, sutradara berkebangsaan Inggris, mengatakan ia ingin menciptakan suasana yang dapat mengingatkannya pada masa sekolahnya dulu. Ia juga memberikan alasan membuat episode Goblet of Fire ini lebih suram ketimbang tiga film terdahulu. "Ada masalah kepercayaan," katanya kepada Reuters. (ant-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA