| Senin, 31 Oktober 2005 | RAGAM |
Manusia Menurut AlquranTELAH dijelaskan di dalam Alquran bahwa manusia diciptakan dari tanah dan setelah sempurna kejadiannya, dihembuskan-Nyalah kepadanya ruh ciptaan Tuhan. Keistimewaan dan kejelekan manusia menurut Allah dalam Alquran adalah: - Manusia diciptakan dalam bentuk dan keadaan yang sebaik-baiknya (At-Tiin:4) - Manusia dimuliakan dibandingkan dengan kebanyakan makhluk-makhluk lain (Al-Israa':70) - Manusia amat aniaya dan ingkar nikmat (Ibrahim:34) - Manusia bersifat keluh kesah lagi kikir (Al-Ma'aarij:19) - Manusia sangat banyak yang membantah (Al-Kahfi:54) Penjelasan tersebut bukan berarti bahwa ayat-ayat Alquran bertentangan satu dengan yang lainnya. Tetapi ayat-ayat tersebut menunjukan makhluk ini mempunyai potensi untuk menempati tempat tertinggi, sehingga ia terpuji, atau di tempat rendah, sehingga ia tercela. Di lain ayat, dijelaskan sebelum diciptakannya manusia, Tuhan telah menyampaikan rencana penciptaan ini kepada malaikat. Yakni agar makhluk ini menjadi kahlifah Tuhan di bumi (Al-Baqarah:30). Dari sini jelas pula bahwa hakikatnya wujud manusia dalam kehidupan ini adalah melaksanakan tugas kekhalifahan: membangun dan mengolah dunia ini sesuai dengan kehendak hati Illahi. Karenanya, ditetapkanlah tujuan hidupnya, yakni mengabdi kepada Allah (Adz-Dzaariyat:56). Untuk mensukseskan tugas-tugasnya selaku khalifah di dunia ini Allah SWT memperlengkapi makhluk ini dengan potensi-potensi tertentu, antara lain : - Kemampuan untuk mengetahui sifat-sifat, fungsi, dan kegunaan segala macam benda. Hal ini tergambar dalam firman Allah: ''Dia telah mengajarkan kepada Adam nama (benda-benda) seluruhnya''. (Al Baqarah:31) - Ditundukkanya bumi, langit dan segala isinya: binatang-binatang, planet-planet, dan lain sebagainya oleh Allah kepada makhluk ini (Al-Jaatsiyah:12-13) - Diberikannya akal pikiran serta pancaindra (Al-Mulk:23) - Diberinya kekuatan positif untuk mengubah corak kehidupan dunia ini (Ar-Ra'd:11). Potensi-potesi inilah yang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan tugas kekhalifahan manusia di alam ini. Disamping potensi-potensi yang bersifat positif tersebut, masih ada lagi potensi manusia yang bersifat negatif dan yang merupakan kelemahan makhluk ini. Kelemahan pertama adalah potensi untuk terjerumus ke dalam godaan hawa nafsu/setan, seperti yang digambarkan oleh godaan setan kepada Adam dan Hawa, sehingga keduanya melupakan peringatan Allah untuk tidak mendekati pohon terlarang. Kelemahan kedua adalah banyak masalah yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran manusia ini, khususnya menyangkut hakikat manusia. Khalifah Allah Dia lah yang menjadikan kamu kahlifah-kahlifah di muka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.(Faathir:39). Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ''Sesunguhnya aku hendak menjadikan seorang kahlifah di muka bumi''.(Al Baqarah:30). Dari ayat-ayat tersebut jelaslah bahwa Allah memang memberikan penugasan khusus kepada manusia di muka bumi ini, yakni ia harus berfungsi sebagai kahlifah (wakil)-Nya. Konsekuensi logis dari pangangkatan ini tentunya manusia harus berprilaku sesuai degan perilaku yang mengangkatnya. Bukankah seseorang wakil itu harus bertindak sesuai dengan keinginan yang diwakilinya ?. Dalam Alquran disebutkan Allah menciptakan tugas kahlifah untuk membuat kapalnya, karena bila tidak ada kapal maka laut tidak akan berfungsi sesuai dengan tujuan awal penciptaannya. Contoh lain, Allah menciptakan bunga dengan tujuan agar sari bunga tersebut dihisap oleh lebah, yang selanjutnya akan menjadi madu. Khalifah yang baik tidak akan memetik kuncup bunga, karena hal ini menyebabkan sari bunga tidak bisa dihisap oleh lebah. Dengan demikian, pengertian kahlifah sangatlah luas. Bila manusia selalu menyadari bahwa dirinya adalah seorang khalifah sebagaimana pengertian bahwa dirinya adalah seorang khalifah, maka tidak akan ada kerusakan di muka bumi ini.(Tim Kajian Qolbun Salim-12) |