logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Oktober 2005 NASIONAL
Line

SOSOK

Hafal 4.000 Bait Sajak


SM/Benny Benke

TIDAK akan pernah ada habisnya berbicara tentang sosok Abdurrahman Wahid. Dari sisi intelektualitas, kedalaman agama, kemampuannya mengocok perut, hingga melafalkan sajak-sajak religius, Gus Dur adalah jagonya.

Bahkan, ketika memberikan kultum menjelang buka puasa bersama 4.000 narapida LP Cipinang, Jakarta, bersama Prof Dr Frans Magnis Suseno, Agum Gumelar, serta Jaya Suprana dan Kwartet Punakawan-nya, mantan Presiden RI itu mampu membuat hadirin takzim menekuni wejangannya.

''Ketika ibumu melahirkanmu, kamu menangis ketika melihat dunia. Padahal, orang-orang di sekitarmu tertawa menyambutmu,'' tuturnya sesuai menyanyikan dan menerjemahkan tembang Tombo Ati versinya sendiri.

''Namun ketika kamu mati, orang-orang menangis melepas kepergianmu. Padahal, kau tertawa menyambut kematianmu, karena melihat surga di depanmu,'' tambah Gus Dur.

Setelah itu, Gus Dur berkisah tentang masa-masa dirinya masih nyantri di pesantren. ''Saya pernah hafal 4.000 larik sajak yang sekarang lebih dikenal sebagai syair-syiar Tombo Ati. Dan sajak-sajak itu penuh dengan berbagai macam kebajikan. Jadi, jika saudara-saudara (narapidana) sedih, ayo lafalkan sajak-sajak Tombo Ati yang ada 4.000 itu''. (G20-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA