logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Oktober 2005 NASIONAL
Line

Kiprah Lembaga Amil Zakat (2-Habis)

Transfer Rekening hingga SMS

BERAGAM cara ditempuh Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk menggenjot perolehan dana dari umat. Laiknya organizer profesional, LAZ gencar menginformasikan aktivitas mereka dengan teknik komunikasi modern. Lihat saja, spanduk kampanye yang memikat mata pada sejumlah jalan protokol di Semarang.

''Kalau sudah SMS zakat, buat apa keluar banyak keringat?'' begitu bunyinya.

Rumah Zakat Indonesia (RZI), sebuah LAZ yang dikelola Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ) termasuk yang gencar berkampanye lewat spanduk. Lewat spanduk, LAZ yang didirikan di Bandung pada 1998 itu menggugah kesadaran umat Islam untuk menunaikan kewajiban mereka.

''Selama Ramadan, kami memasang tak kurang dari 60 titik spanduk kampanye zakat, baik yang berada di jalan protokol maupun di pelosok kampung,'' kata Kepala Cabang RZI Semarang Ustad Muhammad Amalia, Kamis (27/10).

Dia menambahkan, segala cara dan strategi pemasaran dilakukan untuk meningkatkan kesadaran berzakat dan bersedekah. Sejumlah LAZ lain terlihat tak mau kalah dalam mengugah kesadaran umat. Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Jateng, Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid (DPU-DT), atau Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Masjid Agung (Lazisma) Jateng seperti ''perang'' spanduk. Mereka sama gencar mengampanyekan urgensi zakat.

Bahkan Lembaga Pengembangan Dana Umat Sultan Agung (LPDU-SA) melakukan ceramah keliling ke berbagai instansi pemerintah ataupun swasta mengenai pentingnya amal zakat untuk pengembangan ekonomi umat. Direktur LPDU-SA Ir H Didik Eko BS MT mengharapkan, dari kegiatan tersebut akan muncul muzakki baru.

Tak cuma spanduk, sejumlah LAZ menempuh cara beriklan di televisi, radio, dan surat kabar. Selain untuk memaparkan kegiatan, iklan di media itu acap digunakan untuk menginformasikan perolehan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat.

Transparansi

Direktur Lazisma Jateng Prof Dr Ahmad Rofiq MA mengatakan, LAZ dituntut untuk mengedepankan transparansi dalam mengelola dana yang dikumpulkan dari masyarakat. Dengan semangat transparansi itu, laporan dana ZIS perlu diekspose secara luas, baik lewat pengumuman maupun publikasi di media massa. Untuk menginformasikan aktivitasnya, tak jarang LAZ memiliki media yang diterbitkan sendiri, mulai yang berbentuk buletin sederhana hingga majalah yang bagus.

RZI, misalnya, secara berkala menerbitkan majalah Lentera untuk kepentingan itu. Selain melaporkan penerimaan dan penyaluran dana ZIS, media itu juga memberikan pencerahan kepada umat lewat artikel atau reportase yang menarik.

Cara lain yang dilakukan LAZ adalah mendatangi para muzakki. Lazisma, misalnya, menyurati ratusan aghniya agar menyalurkan zakatnya.

''Kami juga siap melakukan jemput bola untuk zakat umat Islam. Telepon saja ke Masjid Agung, insya Allah, akan ada petugas yang datang untuk menghitungkan dan mengambil zakat Anda,'' jelas Rofiq. Cara lain yang dilakukan LAZ adalah menerima zakat lewat rekening. Mereka menginformasikan nomor rekening lewat berbagai media, mulai dari brosur, leaflet, hingga iklan di koran. Lewat rekening itu, para muzakki bisa mentransferkan zakatnya.

Sementara itu, PKPU menempuh cara yang tak kalah menarik. Mereka merangkul public figure, sebagian artis yang memiliki penggemar luas, sebagai duta-duta zakat. Selain itu, PKPU memanfaatkan keunggulan teknologi untuk menggenjot pengumpulan zakat. Salah satunya, dengan membuka layanan zakat lewat SMS. Caranya, dengan mengetik zakat (spasi) pkpu (spasi) jateng dan mengirimkannya ke 92528.

''Setiap SMS bernilai zakat Rp 12.500, yang akan dialokasikan untuk fuqara wal masakin. Hingga saat ini, perolehan zakat via SMS mencapai Rp 13 juta.'' (Achiar MP, A Imanulhaq, M Kundori, M Anhar-45v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA