| Senin, 31 Oktober 2005 | EKONOMI |
sekilas ekonomiPAL Serahkan Kapal Pesanan ItaliaSURABAYA-Perusahaan industri perkapalan PT PAL Indonesia menyelesaikan pembangunan satu unit kapal jenis dry cargo vessel berbobot mati 18.500 dwt pesanan dari Cube S.pA dari Italia. Serah terima kapal bernama startramp dilakukan di Tanjung Perak Surabaya, Jumat malam antara Dirut PT PAL Indonesia Adwin H Suryohadiprojo dan pemilik Cube S.pA Benedetta Costa dan disaksikan Menteri Negara BUMN Sugiharto. Menurut Adwin, DCV ini merupakan kapal pertama yang dipesan Cube S.pA Italia, atau kapal ketiga tipe DVC yang dibangun PT PAL Indonesia setelah sebelumnya memenuhi permintaan perusahaan pelayaran Jerman. Kapal ini berukuran panjang 147,35 meter, lebar 22,5 meter dan tinggi 12,85 meter, berkecepatan 12,6 knot dan mampu mengangkat beban hingga 12,785 gross ton. Pengerjaan kapal tersebut memakan waktu sekitar 8 bulan. Meneg BUMN Sugiharto mengatakan pembangunan kapal ini merupakan karya spektakuler atau masterpiece putra-putri bangsa Indonesia, khususnya seluruh karyawan PT PAL. Sementara itu pemilik Cube SpA itu Benedete, mengatakan bangga bisa menjadi salah satu pemakai kapal buatan Indonesia, karena kapal tersebut akan digunakan untuk mengangkut komoditas ke seluruh dunia. (ant-33) Deptan Dapat Dana Segar Rp 107 Miliar JAKARTA-Menteri Pertanian, Anton Apriyantono mengatakan departemennya segera mendatangkan lagi 50 juta vaksin flu burung (avian influenza) dengan memakai dana segar Rp107 miliar untuk memenuhi target 194 juta vaksin flu burung. "Kami baru dapat dana Rp 107 miliar. Dana itu akan digunakan untuk riset, pemantauan, dan perlengkapan tes cepat (rapid test). Dengan surveilance dan rapid test dalam waktu setengah jam saja bisa tahu hasilnya. Kami juga akan membeli lagi 50 juta vaksin," kata Anton usai buka puasa bersama dengan Menneg PPN/Kepala Bappenas dan Menkes di Gedung Bappenas Jakarta, baru-baru ini. Sebelumnya, Deptan telah mendatangkan sekitar 104 juta vaksin untuk mencegah penyebaran flu burung. Sedangkan dana segar Rp 107 miliar untuk pencegahan penyebaran virus flu burung itu, baru saja disetujui Menkeu, padahal Deptan mengajukan Rp 134 miliar untuk pencegahan penyebaran. (ant-33) |