| Jumat, 28 Oktober 2005 | SALA |
Ratusan Warga Miskin Datangi BPSKARANGANYAR - Ratusan warga dari sejumlah kecamatan di Karanganyar, kemarin mendatangi kantor Biro Pusat Statistik (BPS) setempat. Warga yang mayoritas kalangan lanjut usia itu menggelar aksi demo, lantaran tidak tercatat sebagai penerima subsidi langsung tunai (SLT). Mereka menuntut BPS melakukan pendataan kembali warga miskin yang belum mendapatkan dana pengalihan kompensasi dan subsidi BBM itu. Dalam orasinya, sejumlah perwakilan warga mengungkapkan bahwa banyak ditemukan warga yang dinilai mampu justru mendapatkan bantuan tersebut. "Masak ada warga rumahnya gedongan dan lantainya keramik dapat bantuan, sementara ada duda umur 80 tahun yang tidak memiliki harta dan sanak keluarga malah tidak dapat, " ujar Kadi, warga Sumberrejo. Warga yang menggelar aksi tersebut adalah warga yang tidak terdaftar dalam penerima bantuan,beberapa waktu lalu. Bahkan, ketika BPS melakukan pendataan susulan melalui aparat desa/kelurahan, banyak di antara mereka yang belum tercantum lagi. Padahal, warga tersebut dalam kondisi yang sangat membutuhkan bantuan dana itu. Tidak Becus Dalam orasinya, warga menilai, BPS tidak becus dalam melakukan pendataan warga miskin. Hal itu terlihat dari carut-marutnya daftar penerima. Banyak penerima SLT yang ternyata kalangan mampu, sedangkan yang jauh lebih miskin justru tidak memperolehnya. "Misalnya ada warga yang cacat, tak punya pekerjaan, dan tanggungan keluarganya cukup besar, malah tidak mendapat bantuan. Sementara yang rumahnya bagus malah mendapatkan," kata korlap aksi, Kenyik Sutrisno. Lebih dari itu, warga yang didampingi sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Karanganyar seperti Kompak dan Korek, menuntut agar BPS segera melakukan pendataan susulan sebelum tanggal 31 Oktober 2005. Selain menggelar demo, warga yang datang dengan menggunakan beberapa truk bak terbuka serta angkutan massal lainnya menyerahkan KK serta KTP nya pada BPS untuk dimasukkan dalam daftar susulan. Pasalnya, saat aparat mendata susulan beberapa waktu lalu, mereka tidak terdaftar. Warga yang berdemo sebagian menggunakan topeng tikus serta mengusung beberapa spanduk, di antaranya bertuliskan "BPS= Badan Pembuat Sengsara (Rakyat)", "Rakyat Ojo Ditipu Terus ", "BPS Ora Becus Mikir Rakyat Miskin " dan lain- lainnya. Kepala BPS, Bambang Sutomo, saat demo berlangsung sedang berada di Semarang untuk melakukan rapat bersama kepala-kepala BPS se-Jateng. Kasi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS), Drs Purwono, yang menemui warga berjanji akan melakukan pendataan susulan pada warga miskin yang belum terdata. "Kami menerima nama warga yang belum terdaftar melalui aparat desa atau kelurahan. Selanjutnya, kami akan menyurvei ke rumah mereka dan kami laporkan ke pusat. Kalau nanti merasa ada yang belum disurvei padahal sudah terdaftar dalam daftar susulan, silakan melapor ke BPS," ujarnya. Usai berdemo di BPS, massa melanjutkan aksinya di kantor Kejaksaan Negeri Karanganyar. (G18-55h) |