| Jumat, 28 Oktober 2005 | SALA |
Tujuh Jalur Rawan Kecelakaan Lalu LintasWONOGIRI - Kapolres AKBP Drs Sutoyo mengatakan, di Kabupaten Wonogiri memiliki tujuh jalur rawan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, perlu mendapatkan perhatian saat arus mudik dan balik Lebaran nanti. Untuk mengamankan hari raya Lebaran Idul Fitri 1426 H, Kamis (27/10), digelar operasi Ketupat Candi 2005. Ditandai dengan gelar pasukan di halaman Mapolres, dengan inspektur upacara Kapolres. Operasi ini melibatkan dua pertiga personel didukung aparat dari instansi sektoral terkait seperti Kodim 0728, Satpam, jajaran pertahanan sipil perlindungan masyarakat (Hansip-Linmas), Orari, Rapi, tim SAR, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Pramuka Saka Bhayangkara, dan relawan PMI . Operasi ditandai dengan penyematan pita kepada perwakilan anggota dan sekaligus pembentukan enam unit kecil lengkap (UKL) petugas untuk ditugaskan di enam pos terpadu. Keenam pos itu meliputi pos Nambangan, Krisak, Terminal Induk, Objek Wisata Waduk Gajahmungkur, pasar, dan Ngadirojo. Di enam lokasi pos Lebaran ini, jajaran Polres bersama instansi terkait telah membangun pos dengan tenda untuk berjaga sejak terhitung dari tanggal 27 Oktober sampai dengan 18 Nopember 2005 mendatang. Kecuali itu, Polres juga membangun tambahan dua pos di Giriwoyo sebagai wilayah perbatasan Wonogiri (Jateng)-Pacitan (Jatim) dan di Biting Purwantoro sebagai wilayah perbatasan Wonogiri (Jateng)-Ponorogo (Jatim). Ini khususnya untuk melakukan operasi sweeping secara selektif terhadap kendaraan bermotor yang lewat, yang dipandang mencurigakan dan ada kemungkinannya membawa pelarian tersangka buron teror bom. Kapolres membacakan sambutan Kapolda, yang intinya menekan perlunya penciptaan pelayanan pengamanan Lebaran dengan menonjolkan aspek kemanusiaan. (P27-55h) |