| Jumat, 28 Oktober 2005 | SALA |
"Bajing Loncat Tembak di Tempat"KARANGANYAR - Aparat Kepolisian di wilayah Surakarta siap melaksanakan instruksi tembak di tempat bagi bajing loncat ataupun pengacau distribusi sembako selama arus mudik Lebaran. Hal itu diungkapkan Kapolwil Surakarta Kombes (Pol) Abdul Madjid di sela-sela meresmikan posko simpatis (poskotis) di Kecamatan Kebakkramat, kemarin. "Sesuai dengan instruksi atasan, bajing loncat yang beraksi bisa ditembak di tempat. Lokasi yang diwaspadai akan terjadi praktik bajing loncat biasanya adalah jalur-jalur sempit dan arus lalu lintasnya tidak terlalu ramai," ujar Kapolwil, kemarin. Kapolres AKBP Prabowo menambahkan, sejauh ini belum ada lokasi yang dipetakan sebagai daerah rawan bajing loncat di Kabupaten Karanganyar. Selain jalan di wilayah itu cukup padat dan lebar, situasi selama arus mudik ataupun arus balik juga diperkirakan tidak memungkinkan bagi pelaku kriminal itu untuk melancarkan aksi. Kendati demikian, Polres tetap bersiaga terhadap segala kemungkinan. Di sisi lalin, Kapolwil juga mengemukakan beberapa titik yang harus diberi penekanan pengawasan, yakni di wilayah perbatasan seperti halnya Kebakkramat dan Tawangmangu serta lokasi pemberangkatan ataupun penurunan pemudik. Selain mengantisipasi kerawanan selama Lebaran, kata Kapolwil, polisi juga tetap menggelar razia untuk menyisir keberadaan pelaku teroris di sejumlah lokasi. Kapolres mengemukakakan, untuk mengantisipasi sejumlah titik rawan macet, Polres menyiapkan dua jalur alternatif bagi pemudik dari arah Solo yang akan ke Karanganyar. Di antaranya melalui ringroad lalu menuju Kebakkramat untuk tujuan Kota Karanganyar. Adapun titik yang diperkirakan sangat padat dan menjadi sumber kemacetan adalah bundaran Palur. Jika di titik itu terjadi kemacetan, dimungkinkan dilakukan penutupan satu jalur dan mengalihkannya ke jalur lain. Polres juga telah mengantisipasi pemudik yang akan menuju Jawa Timur melalui Cemorosewu (Tawangmangu) yang saat ini ditutup. Untuk itu, pemudik diarahkan menggunakan jalur memutar melalui Kebakkramat. Dalam kesempatan itu, Kapolwil juga menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadai merebaknya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Karanganyar. Dia memperkirakan terdapat 200.000 karyawan perusahaan di Jateng yang terancam dirumahkan atau di-PHK. Sebagai salah satu kawasan padat pabrik, Karanganyar diprediksi juga banyak terjadi PHK. Karena itu, Kapolwil meminta kepolisian untuk mulai melakukan pendekatan kepada perusahaan supaya semaksimal mungkin tidak mem-PHK karyawannya. Kalau terpaksa merumahkan, sebisa mungkin dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan gejolak. (G18-55n) |