logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 SALA
Line

Ungkap Teroris, Pengguna Narkoba Diburu

SOLO-Setelah menyikat habis perjudian di Jawa Tengah, Polda Jateng kini mulai mengarahkan perhatiannya pada kasus peredaraan narkoba yang ada di wilayah itu. Kondisi itu, mungkin saja terkait dengan tiga pelaku jibaku bom Bali II, yang disinyalir bekas pecandu narkotika. Terlebih lagi, ketiganya belum dapat dikenali identitasnya.

Dari hasil penyelidikan kepolisian para pelaku itu diduga kuat merupakan pemakai berat narkotika, psikotripika dan zat-zat adiktif lainnya, sehingga sangat kecil kemungkinannya jika mereka dari kalangan orang tidak mampu.

"Kami memang mendukung langkah Polda Jateng memburu para bandar narkoba. Karena itu, sasaran kami lebih pada para bandarnya," kata Kapolresta Surakarta AKBP Oneng Subroto, kemarin.

Pernyataan senada sebelumnya juga dilontarkan Kapolda Jateng Irjen Pol Chaerul Rasjid di Solo, Selasa (25/10). Menurutnya, para pelaku bom Bali adalah pecandu narkoba. "Kami memang sedang mengawasi sejumlah pusat rehabilitasi narkoba," katanya.

Gebrakan jajaran Polda itu memang membuahkan hasil. Gembong narkoba asal Solo, Susi Yulianti alias Cik Yan (45) warga Jalan Ir Juanda itu ditangkap bersama barang bukti 40 ekstasi, 30 paket sabu-sabu seberat 20 gram dan sejumlah bong alat hisap. Sebelum itu, anggota Reserse Direktorat Narkoba Polda Jateng yang dipimpin AKBP Jarot Subroto tersebut terlebih dahulu mengamankan Fajar Nugroho (30) warga Jalan Veteran, Klaten. Lelaki itu, adalah kurir Cik Yan.

Target Utama

Penangkapan terhadap pelaku narkoba juga dilakukan jajaran Satuan Narkoba Polresta Surakarta. Petugas menangkap Ario Hestiadi Budiman alias Adi warga Jalan Yosodipuro 21 dan rekannya, Aditya Kusuma Wardana alias Genjik. Polisi menemukan putaw di rumah Adi yang sebelumnya juga pernah tersangkut perkara yang sama.

Menurut Oneng, para pelaku narkoba kini menjadi target utama penangkapan. Dia mengatakan pihaknya sedang mengembangkan kasus yang melibatkan tersangka Cik Yan, sebab pelaku diperkirakan memiliki jaringan kuat di Solo.

"Tersangka Cik Yan, selama ini selalu lolos dari sergapan. Karena itu, begitu tertangkap kami ingin membongkar jaringannya," paparnya.

Disebutkan, Tersangka sekelas Cik Yan dipastikan memiliki kaki tangan yang terbina dengan rapi, sebab dia telah beroperasi sejak tahun 2002.

"Meski bosnya ada di penjara, jaringannya mungkin masih berjalan. Karena itu, akan kami hentikan," paparnya. (nin,san-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA