logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 SALA
Line

Kuda Nil Diharapkan Tarik Pengunjung Pekan Syawalan

JURUG - Kuda nil dan kuda nil mini yang merupakan koleksi baru Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, diharapkan mampu menarik masyarakat untuk mengunjungi pekan syawalan di taman itu saat Lebaran mendatang. Alasannya, menurut Kepala Pengelola TSTJ dokter hewan Sayono Amiradji, banyak orang yang belum pernah melihat langsung satwa langka itu.

Pada even wisata rutin tahunan yang kini diberi tajuk "Gebyar Syawalan 2005" pada 3-13 November mendatang itu, masyarakat dari Solo dan sekitarnya bisa berlebaran sekaligus melihat langsung satwa-satwa langka tersebut di TSTJ.

"Tak banyak orang yang tahu kuda nil, baik yang besar maupun yang mini. Maka, dua binatang langka itu diharapkan mampu menyedot masyarakat untuk berlebaran di TSTJ," kata dia di sela-sela penyebaran pamflet Gebyar Syawalan 2005, kemarin.

Pamflet yang dicetak sekitar 10 ribu lembar itu disebarkan ke berbagai wilayah di Subosuka Wonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten). Selain itu juga menjangkau wilayah Jatim bagian barat seperti Madiun, Ngawi dan Magetan, lalu DIY serta Semarang. Sejumlah baliho rencana kegiatan tahunan tersebut juga dipasang di tujuh wilayah kota/kabupaten di eks-Karesidenan Surakarta.

Sayono menambahkan, kuda nil mini yang diberi nama Agus merupakan bantuan dari Kebun Binatang Surabaya (KBS). Penyerahannya pada 21 Oktober lalu, bersamaan dengan seekor singa Afrika jantan bernama Oni dari kebun binatang yang sama. Sementara itu, kuda nil besar bernama Timei didapat dari Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor pada Februari lalu.

"Dua anak harimau Sumatera yang baru berumur sekitar 1,5 bulan dan hingga kini belum diberi nama, diharapkan juga bisa menarik animo masyarakat untuk beramai-ramai menikmati Lebaran di TSTJ. Dua anak binatang buas itu kami jinakkan, sehingga pengunjung nanti bisa berfoto dengan keduanya," tambah mantan Kepala Dinas Pertanian Surakarta tersebut.

Jaka Tingkir

Sayono menambahkan, atas pengalaman even serupa tahun-tahun lalu, kunjungan tertinggi biasanya pada puncak acara berupa Pesta Ketupat dan Larung Gethek Jaka Tingkir, pada hari terakhir kegiatan atau pada 13 November mendatang.

"Rencananya, nanti yang akan memerankan sebagai Jaka Tingkir adalah Armed KDI TPI (Kontes Dangdut-Red). Dia sekarang kan sudah jadi bintang yang diidolakan banyak orang," ujarnya.

Prosesi akan dimulai dari depan pintu gerbang, kemudian dilanjutkan kirab pendek yang diiringi prajurit Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran, menuju Sanggar Gesang. Di sanggar tersebut, kemudian sang Jaka Tingkir mendapatkan dayung dari para sesepuh kota (biasanya diberikan Wali Kota Surakarta) yang kemudian melanjutkan perjalanan ke tepi Bengawan Solo.

"Lalu, Jaka Tingkir beserta rombongan akan dilepas saat naik rakit di Bengawan Solo. Demi memeriahkan acara, panitia Gebyar Syawalan Jurug juga akan mengundang artis dangdut ibu kota, Reza Permata, untuk mengisi pentas hiburan di TSTJ," jelas Sayono. (D11-16d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA