| Jumat, 28 Oktober 2005 | SALA |
Mahasiswa Magister Korban Gendam di BusSOLO - Pelaku kejahatan dengan menggunakan ilmu gendam beraksi di atas bus antarkota. Korban gendam itu adalah Ardi Prasetyo (30), mahasiswa program Magister, warga Jalan Kober Gang Sawo No 18 Banyumas. Korban kehilangan tas travel berisi uang Rp 2,4 juta dan 2.300 euro, serta surat-surat penting seperti paspor, visa, rekening BCA, dan kartu mahasiswa. Dia semula menumpang bus Eka dari Yogyakarta dengan tujuan Solo. ''Korban kebingungan setelah ditepuk penumpang yang ada di sebelahnya dan tasnya dibawa kabur,'' tutur Ipda Akmal, perwira Polresta Surakarta yang menerima pengaduan, kemarin. Ardi kepada petugas menjelaskan, awalnya Rabu pukul 15.00 dia menumpang bus Eka dari Yogyakarta dengan tujuan Solo. Dalam perjalanan, dia berkenalan dengan sesama penumpang lelaki yang kemudian duduk di sampingnya. Setelah saling berkenalan, mereka terlibat obrolan. Entah mengapa, pelaku tiba-tiba menepuk-nepuk pundaknya sambil memuji. Setelah ditepuk, korban merasa tidak bisa konsentrasi. Sesaat kemudian, pelaku turun dari bus Eka membawa tas travel miliknya berisi uang dan surat-surat penting seperti paspor, visa serta rekening bank BCA. Korban baru menyadari setelah pelaku hilang dari pandangan matanya. Pelaku diduga turun di daerah Kerten, Solo. Surat Penting Mahasiswa program Magister yang mengaku kuliah di Australia itu kebingungan. Padahal, bus sudah telanjur melanjutkan perjalanan menuju Solo. Awak bus menyarankan korban lapor ke polisi. Korban kemudian mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Surakarta di Jalan Adisucipto dan diterima Ipda Akmal. Ketika datang, korban nampak lusuh dan kebingungan. Setelah melapor, dia berharap kepada polisi untuk bisa menemukan kembali paspor, visa dan buku rekening BCA miliknya. Sebab untuk membuat kembali surat-surat penting seperti paspor, visa dan buku tabungan BCA itu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Djoko Tjahjono yang menerima limpahan pengaduan Ardi Prasetyo, langsung memerintahkan dua anak buahnya melakukan pelacakan. Ardi sebelumnya juga dimintai keterangan menyangkut ciri-ciri fisik penumpang yang duduk di sebelahnya yang diduga menyambar tas travel berisi uang serta surat-surat penting tersebut. (san,nin-16d) |