| Jumat, 28 Oktober 2005 | SALA |
Seribu Paket Bahan Pokok Gratis DibagiGENDENGAN - Sebanyak 250 warga miskin Kota Solo, Rabu (26/10) sore berdesakan berebut paket bahan pokok yang dibagi gratis di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di jalur lambat perempatan Gendengan. Mereka adalah kaum duafa yang antara lain setiap hari bekerja sebagai tukang becak, pemulung, pengemis, dan pengamen. Banyak para kaum duafa yang tidak mendapatkan paket bahan pokok gratis berupa beras dan mi instan itu, meski sebelumnya mereka ikut berdesakan dan menyaksikan langsung pembagiannya. Maklum, untuk mendapatkan paket gratis itu, mereka harus mendapatkan girik (kupon) terlebih dulu yang dibagikan panitia sebelumnya. "Saya tidak tahu kalau ada pembagian paket bahan pokok gratis. Kalau sebelumnya tahu, ya saya akan minta girik ke panitia," kata seorang pemulung dalam logat bahasa Jawa. Pemulung dengan baju kumal tersebut kebetulan lewat di perempatan Gendengan saat ada pembagian. Menurut panitia, paket bahan pokok gratis berjumlah seribu dari Keluarga Alumni UGM (Kagama) di Solo itu dibagi di empat tempat. Yaitu Gendengan, Semanggi, Makam Bergota, dan Solo bagian utara. "Kami tidak punya maksud apa-apa. Kami hanya ingin pada saat Lebaran nanti, saudara-saudara kaum duafa masih bisa tersenyum," tutur Ketua Kagama Solo, Achmad Purnomo. (G8-16d) |