logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 PANTURA
Line

Mantan Napi Ikut Perangi Narkoba

PERANG terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kabupaten Batang tidak hanya dilakukan kepolisian, tetapi juga didukung berbagai elemen kemasyarakatan.

Salah satunya adalah yang digencarkan oleh Paguyuban Mantan Narapidana (Pandan). Organisasi yang pendiriannya diprakarsasi oleh Muhammad Akhwan alias Idun itu kini mempunyai anggota 433 orang yang tersebar di 12 kecamatan.

"Alhamdullilah, dengan adanya Pandan, kami yang dulu pernah merasakan hidup di bui, kini sudah kembali ke jalan Allah. Kami semua kini mengabdikan diri untuk kegiatan agama dan sosial. Lebih-lebih pada bulan Ramadan," ujar Idun didampingi Sekretaris Pandan Bambang Wijonarko.

Genderang perang terhadap kemaksiatan terus dilakukan. "Kampanye antinarkoba mulai kami lakukan melalui berbagai kegiatan. Salah satunya, pengajian yang kami selenggarakan dalam rangka peringatan Nuzulul Quran ini. Selain sebagai syiar Islam, pengajian ini juga sebagai sarana untuk bersama-sama memerangi narkoba."

Hari Senin malam lalu Pandan mengadakan pengajian yang dihadiri ratusan orang. Acara yang diadakan di Mushala Babussalam, Kampung Bogoran itu dihadiri ulama besar KH Habib Luthfi yang juga Ketua MUI Jateng dan Bupati Batang Bambang Bintoro.

Meskipun malam sudah larut, jamaah yang meluber sampai duduk di Jl KH Ahmad Dahlan itu tetap setia menunggu kedatangan kedua tokoh itu.

Mendukung

Hadir dan memberikan sambutan Ketua PC NU Drs Samsudin Ahmad SH dan KH Danawi yang juga sebagai Dewan Penasihat Rohani Pandan.

"Sudah selayaknya kalau Pemkab mendukung langkah-langkah yang dilakukan Pandan," ujar Habib Luthfi.

Bupati menyatakan kesiapannya mendukung keberadaan dan langkah-langkah positif yang dilakukan Pandan dalam memerangai narkoba, kemaksitan, dan premanisme.

"Bahkan saya pun bersedia sebagai pelindung Pandan karena misinya sejalan dengan pemerintah, khususnya dalam memerangi tindak kemaksitan."

Idun berharap melalui pengajian itu aktivitas Pandan tidak dipandang sebelah mata sehingga masyarakat akan merasa aman, nyaman, dan damai dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

"Kami juga minta dukungan dari berbagai tokoh masyarakat dan alim ulama. Pandan ingin berbakti kepada bangsa, negara, dan agama." (Arif Suryoto-52n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA