| Jumat, 28 Oktober 2005 | PANTURA |
"Jangan Sampai Ada Pos Kosong"TEGAL- 731 personel mulai hari ini hingga H+7 Lebaran dikerahkan untuk mengamankan arus mudik Lebaran di wilayah Kota Tegal. Sejumlah 351 personel berasal dari polresta yang terdiri atas Satuan Lantas, Satreskrim, dan Samapta. Sebagian lain dari Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar), Satpol PP, Kantor Kesbanglinmas, TNI, ORARI, Dinas Kesehatan serta personel bantuan dari pelajar Pramuka. Upacara gelar pasukan operasi ketupat candi 2005 menandai penugasan seluruh personel secara resmi kemarin digelar di halaman Mapolresta Tegal. Pada kesempatan itu, Kapolresta Tegal AKBP Ali Tarunajaya SSos, selaku inspektur upacara menyematkan pita pada tiga orang personel dari TNI, Dishub, dan Polri. Kapolresta mengatakan, kerawanan selama arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat. Hal itu dipicu berbagai persoalan, seperti kenaikan BBM dan berbagai harga kebutuhan pokok, masalah sosial dampak dari PHK, konflik pilkada di berbagai daerah, dan penambahan volume kendaraan di jalan raya. Karena itu, dia meminta personel tanggap terhadap berbagai persoalan yang muncul. "Jangan sampai menunggu ada kejadian, baru bertindak," katanya. Dia juga menekankan agar personel selalu menempati pos masing-masing. "Ini pesan Kapolda. Jangan sampai ada pos yang kosong seperti tahun lalu," tegas dia. Mereka diminta siap dengan buku saku panduan untuk membantu kepada pemudik yang membutuhkan informasi. Tim Urai Macet Kasatlantas Iptu Dwi Agus Prianto menuturkan, untuk mengantisipasi terjadi kemacetan, jajarannya telah menerjunkan tim urai macet. Tim juga bertindak menghadapi kemungkinan aksi kejahatan. "Kami akan mengarahkan tim urai macet ke selatan menuju Purwokerto dan ke timur perbatasan Kabupaten Tegal," kata dia. Menurutnya, dua pos pengamanan yaitu di Terminal Tegal dan perempatan Maya akan didukung fasilitas crisis center. Fasilitas itu diperuntukkan bagi pemudik yang ingin memperoleh informasi seputar arus mudik di seluruh Indonesia. Sementara itu, dari pantauan di jalur pantura hingga kemarin pemudik berkendaraan roda empat masih belum terlihat mencolok. Menurut catatan petugas pos terminal, volume kendaraan yang lewat berkisar antara 10 kendaraan/menit. Meski demikian, satu-dua mobil pemudik dari berbagai kota sudah mulai berseliweran. Diperkirakan volume pemudik bermobil akan mencapai puncak pada H-3 hingga H-1. Volume saat itu diperkirakan mencapai 30 kendaraan/menit, sedangkan pemudik berkendaraan motor hingga kemarin sore terus mengalir. Meski demikian, pemudik bermotor yang berombongan masih belum terlihat. Kasatlantas menuturkan, pemudik yang membutuhkan bantuan petugas agar menghubungi nomor telepon pos terdekat, yaitu 081326 959 503 (Pos Krandon), 081 326 959 481 (Pos Terminal), 081 326 959 482 (Maya), 081 326 959 483 (Pos Stasiun), dan 081 326 959 484 (Pos Pasar Anyar). Di Stasiun Tegal, arus pemudik dari Tegal menuju kota lain masih belum tampak. Meski demikian, sejumlah kereta dari barat yang berhenti di stasiun terlihat mulai dipenuhi pemudik. Kebanyakan mereka berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Bandung, Jakarta, dan Bogor. Wakil Kepala Stasiun Tegal Kusno mengungkapkan, mulai hari ini pemesanan tiket eksekutif dan bisnis KA Gumarang dan Kertajaya hingga Kamis, (3/11) ditutup. "Tiket sudah habis dipesan," katanya. Meski demikian, dia meminta warga Kota Tegal yang ingin memanfaatkan KA untuk mudik agar tidak khawatir. Pemudik tujuan Semarang dapat memanfaatkan empat perjalanan KA Kaligung serta dua KA kelas bisnis yakni Fajar Utama dan Senja Utama. (H16-52s) |