| Jumat, 28 Oktober 2005 | PANTURA |
Piawai Perbaiki Senapan AnginWARGA sekitar RT 5 RW 7, tepatnya sekitar Jalan Arum, Kelurahan Randugunting, Tegal Selatan, Kota Tegal, hingga menjelang sahur tenang-tenang saja. Mereka tidak begitu antusias membicarakan nasib salah seorang warga lain RT itu, Mulyono, yang pada Rabu (26/10) menjelang buka puasa ditangkap polisi di rumahnya. Hingga menjelang sahur, warga memang sempat bergerombol membicarakan tentang kasus yang menimpa Mulyono. "Sebab, Mulyono jarang bergaul, sehingga kami seolah tak merasa kehilangan," ujar beberapa tetangga. Menurut seorang warga setempat, Akwan, para tetangga Mulyono selama ini tak begitu mengetahui pekerjaan tersangka yang sebenarnya. Namun, mereka mengetahui kalau dia memiliki peralatan bubut, sebagaimana dimiliki oleh warga lain. Warga RT itu banyak yang memiliki alat bubut, karena "kampung ranjangan" tersebut dikenal kreatif. Meski demikian, mereka umumnya tak begitu mengetahui pesanan apa yang sedang dikerjakan Mulyono. Tentang tuduhan Mulyono sebagai perakit senjata api, banyak orang yang tak mengetahui. Meski begitu, Akwan mengaku dirinya mengetahui kalau Mulyono memang dikenal sebagai orang yang piawai dalam memperbaiki senapan angin. "Saya rasa mungkin banyak pemilik senapan angin yang memperbaiki senapannya di sini," tuturnya. Hobi Mancing Ketua RW 7 Komar pun mengenal Mulyono sebagai orang yang tak banyak omong tetapi pintar. Karena itu, dia sering pesan roda ranjang kepada Mulyono. "Pekerjaannya bagus dan hasilnya tepat sekali," ujar pengusaha ranjang tersebut. Dia mengakui, Mulyono banyak menghabiskan waktunya di rumah. Itu karena peralatan kerja juga disimpan di rumahnya. "Satu-satunya hobi Mulyono mancing ikan di laut. Karena itu, dia jarang bergaul dengan masyarakat sekitar," ujar Komar. Warga lain, Cahyono kaget Mulyono ditangkap. Itu karena penangkapan dilakukan di saat orang sedang mempersiapkan buka puasa. "Padahal pagi hari sebelum ditangkap, saya ketemu dia di rumahnya," tuturnya. Dia menyerahkan surat pindah milik kakak Mulyono, yang pindah ke Desa Karanganyar, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Kebetulan yang menerima surat pindah adalah Mulyono. Sementara itu, Kamis dini hari sekitar pukul 01.00, sebuah mobil pikap melintas di jalan Arum. Mobil tersebut ditumpangi beberapa petugas. Mereka kemudian menuju ke rumah mertua tersangka, yang tidak jauh dari rumah Mulyono. Di situ mereka ditemui istri Mulyono bernama Wiji. Tidak lama kemudian, mobil melintas balik. Diduga mereka menyita beberapa senapan angin yang belum rampung diperbaiki oleh Mulyono.(Nuryanto Aji-61s) |