| Jumat, 28 Oktober 2005 | PANTURA |
Pembuat Senjata Api TertangkapTEGAL - Mulyono (35), buron Mabes Polri asal Jalan Arum Blok AM RT 5 RW 7, Kecamatan Tegal Selatan, Rabu (28/10) malam ditangkap aparat Satreskrim Polresta Tegal di rumahnya. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang bubut itu diketahui memproduksi senjata api di bengkelnya yang berdekatan dengan rumah tinggalnya. Proses penangkapan lelaki berperawakan sedang itu berlangsung cukup cepat. Beberapa hari sebelumnya, petugas telah mengintai rumah yang juga menjadi bengkel bubut tersebut. Begitu memastikan pelaku berada di rumah, sejumlah aparat berpakaian preman segera melakukan pengepungan. Tepat pukul 20.00, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Saat petugas menggeledah isi bengkel, ditemukan empat senjata laras panjang kaliber 22 dan sepucuk senjata revolver yang masih belum terpasang pelatuknya. Pelaku serta barang bukti dan peralatan bubut dibawa petugas menuju Mapolresta Tegal. Kapolresta AKBP Ali Tarunajaya SSos saat dikonfirmasi mengaku telah menangkap pelaku. Meski demikian, dia menegaskan belum dapat berkomentar. "Dia buron kasus perakitan senjata api. Itu saja, lainnya saya belum bisa mengatakan apa-apa," katanya. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Satreskrim Polresta Tegal. Sementara itu, dari keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, tersangka memproduksi senjata api sudah sejak 2003. Selama ini dia telah menjual delapan pucuk senjata. Jaringan Penjahat Senjata tersebut dijual ke sejumlah pembeli dari luar kota dengan harga Rp 1 juta. Salah satu pembelinya diketahui berasal dari Purworejo. Diduga kuat, dia memiliki hubungan dengan jaringan penjahat di beberapa daerah. Dari jaringan itu pula, dia memperoleh panduan membuat senjata api rakitan. Dia juga diduga ikut berperan dalam serangkaian tindak kejahatan di beberapa daerah. Atas sepak terjangnya, Mulyono mulai disebut-sebut sebagai salah satu buron Mabes Polri. Menyusul penangkapan itu, aparat Reskrim Polresta Tegal berhasil membekuk Murdi, pelaku lain yang menerima senjata api buatan Mulyono. Dia ditangkap dini hari di wilayah Brebes. Secara terpisah, salah seorang warga Jalan Arum Blok AM, Eddi, mengungkapkan bahwa Mulyono selama ini dikenal sebagai tukang las dan bubut. Dia meneruskan usaha bengkel ayahnya yang terletak di samping rumah. "Rumah itu milik orang tuanya. Kalau Mulyono, tinggal di rumah mertuanya," ujar dia. Selama ini, warga tidak tahu-menahu kegiatan Mulyono dalam bengkel, termasuk membuat senjata api. Hanya, beberapa minggu terakhir ini usaha Mulyono terlihat mengalami penurunan tajam. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, lelaki beranak dua itu bekerja serabutan di sejumlah bengkel tetangganya. (H16-19d) |