logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Oktober 2005 OLAHRAGA
Line

Pemotongan Bonus Dipertanyakan

KUDUS- Sejumlah atlet tenis meja Kabupaten Kudus yang berlaga di Porda Jateng 2005 mengadukan pemotongan bonus yang mereka terima kepada anggota DPRD Kudus. Pemotongan tersebut dilakukan oleh pihak Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kudus.

Pada Porda Jateng tahun ini, tenis meja menyumbang enam medali emas, dua perak dan tiga perunggu. Tenis meja merupakan cabang olahraga kedua penyumbang emas terbanyak setelah wushu pada Porda tahun ini.

Ketua Komisi D, Dra Hj Maeysaroh, kemarin di gedung DPRD setempat menyayangkan potongan bonus tersebut. Menurut dia, adanya pemotongan dapat mengakibatkan semangat para atlet menjadi luntur.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi secara terpisah, pembina PTMSI Kudus Kusono mengungkapkan pemotongan bonus medali merupakan kesepakatan bersama antara atlet dan pengurus PTMSI Kudus. Sebelumnya, kata dia, telah ada sosialisiasi mengenai pemotongan tersebut kepada para atlet.

"Kami telah mengumpulkan semua atlet dan memberitahu adanya kebijakan pemotongan bonus medali. Besaran pemotongan 25%. Ketika itu tidak ada yang keberatan," ungkapnya.

Dia menambahkan, besarnya bonus atlet peraih medali emas Rp 15 juta, perak Rp 10 juta, dan perunggu Rp 5 juta. Selanjutnya dari jumlah tersebut dipotong 25% untuk PTMSI Kudus. Sedangkan khusus untuk Hadiyudo Prayitno dipotong sebesar Rp 8 juta, lantaran bonus yang diterimanya Rp 69 juta.

Pemotongan bonus tersebut, imbuhnya, merupakan kesepakatan lisan. Diakuinya, tidak ada perjanjian tertulis yang mendasari kesepakatan. (tik-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA