| Jumat, 28 Oktober 2005 | OLAHRAGA |
Jana Krivec Juara Catur JababekaJAKARTA- Pecatur Slovakia, Master Internasional Wanita (MIW) Jana Krivec menjuarai turnamen catur internasional wanita Jababeka, Jakarta, 21-27 Oktober ini. Krivec berhasil mengumpulkan poin sembilan dari 11 kali bertanding. Pada babak XI (terakhir) kemarin, Jana berbagi angka 1/2 -1/2 dengan pecatur muda Indonesia, MFW Irine Karisma Sukandar. Pecatur berambut pirang bergelombang dengan elorating 2279 itu sejak langkah ke-11 pertahanan Sisislia mengajak remis Irine, yang berelorating 2092. Namun Irene yang baru berusia 13 tahun itu masih ingin melanjutkan permainan. Ketika sampai pada langkah 22, Irine akhirnya mengangkat telapak tangan sebagai tanda mengajak Krivec menghentikan permainan. Ajakan remis Irine lalu diterima oleh lawannya, yang memang sejak awal tidak mau mengambil risiko bertanding habis-habisan. Dengan hasil itu, Irine mengoleksi 7,5 poin dan menduduki peringkat ketiga. Dia berhak membawa pulang hadiah uang tunai 1.000 dolar AS. Sedangkan unggulan pertama GMW Nana Alexandria bertengger di posisi kedua, meski memiliki poin sama dengan Krivec. Nana berhasil menambah satu poin dan memiliki total sembilan poin, setelah pada babak XI menundukkan pecatur negeri jiran Malaysia, Roslina Marmono. Gelar juara tetap di tangan pecatur kelahiran Slovenia itu karena nilai SB (sonneborn-berger) milik Krivec lebih tinggi 2 1/4 poin di atas Nana, meski keduanya mengumpulkan angka sama sembilan. Meski juara, seperti kebiasaan di dunia catur, Krivec harus berbagi hadiah sama besar dengan Nana. Keduanya berhak membawa pulang uang tunai 1.700 dolar AS. Turnamen Jababeka diikuti hanya oleh 12 pecatur terpilih, enam dari Indonesia dan enam lainnya dari mancanegara. Tidak Berubah Wakil Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi, GM Utut Adianto mengatakan secara penyelenggaraan event itu terbilang sukses, namun dari segi kualitas permainan pecatur nasional belum banyak berubah. "Kemajuan yang dicapai pecatur kita tidak signifikan, tapi sudah menunjukkan ke arah sana. Itu bisa dilihat dari kualitas permainan mereka yang belum banyak berubah. Mereka masih mengandalkan kalkulasi dan kurang menguasai pemahaman posisional," kata Utut. Utut, peraih medali emas di Papan I Olimpiade Catur di Istanbul Turki tahun 2000 itu juga mengatakan, pecatur wanita nasional perlu meningkatkan disiplin latihan agar dapat memetik hasil yang optimal di ajang berikutnya, SEA Games Manila. "Kalau dilihat dari turnamen kali ini, ada optimisme di kubu tim SEAG Indonesia. Pecatur yang didaftarkan ikut SEAG pada turnamen saat ini paling rendah menduduki peringkat tujuh. Jika tim Vietnam lengah, bukan tidak mungkin kita yang underdog mencuri emas." Ia juga memperkirakan, dari hasil turnamen kali ini, Irine mungkin akan mendapatkan tambahan angka rating sekitar 45 poin, Upi 5-10 poin, dan Evi Lindiawati 30 poin. Pecatur muda lainnya Stefani Dian Cheri diperkirakan juga akan mendapatkan tambahan angka rating. Sementara pengurangan angka rating diperkirakan terjadi pada MIW Lisa K Lumongdong dan Sri Vidawati. (D3-40) Klasemen 5 Besar 1. MIW Jana Krivec (Slovakia) 9 2. GMW Nana Alexandria (Rusia) 9 3. MFW Irine Kharsima Sukandar (Indonesia) 7,5 4. MIW Upi Darmayana Tamin (Indonesia) 7 5. MIW Anjela Khegay (Rusia) 6,5 |